Categories
Olahraga

7 Alasan Mengapa Anak Perlu Belajar Bela Diri

Sebagai orangtua, tentu Anda menginginkan anak kelak tumbuh menjadi seseorang yang kuat, aktif, dan sehat. Hal ini dapat diperoleh dengan memperhatikan kegiatan dan aktivitas harian anak agar menjadikan tumbuh kembangnya menjadi lebih positif.

Salah satu caranya adalah dengan mengajaknya bergabung pada komunitas bela diri khusus untuk anak-anak. Dengan begitu, anak akan mendapatkan banyak sekali manfaat untuk pengembangan dirinya. Berikut adalah beberapa manfaat yang dapat diraih oleh anak dari belajar bela diri.

1. Anak Menjadi Lebih Ceria dan Aktif

Masa kanak-kanak merupakan periode tumbuh kembang yang sangat penting. Tidak hanya pertumbuhan fisik, melainkan juga perkembangan mental dan kepribadiannya. Itulah sebabnya penting bagi Anda untuk menentukan aktivitas fisik yang positif dan bermanfaat untuknya.

Dengan mengikuti kegiatan bela diri, anak akan menjadi terbiasa untuk aktif dan bergerak. Intensitas aktivitas fisik ini akan berdampak langsung pada tubuh yang sehat dan kuat. Anda jadi tidak perlu khawatir lagi dengan tubuh anak yang kegemukan atau obesitas. Selain itu, anak juga akan lebih banyak bersosialisasi sehingga ia dapat tumbuh menjadi anak yang ceria dan aktif.

2. Anak Akan Terlatih untuk Fokus dan Tenang
Selain menjadi ceria dan aktif, secara bersamaan bela diri juga akan mengajarkan anak cara untuk fokus dan tenang saat bertanding. Sebelum memulai latihan atau pertandingan, biasanya anak akan diajarkan untuk bersikap siap dengan pikiran yang fokus dan napas yang tenang. Teknik dan gerakan serangan juga diajarkan untuk dilakukan secara tenang, perhatian penuh, dan diiringi dengan kekuatan dan ketenangan. Dengan begitu, tiap gerakan yang dilakukan akan tepat sasaran dengan sempurna. Anak pun akan terbiasa untuk belajar berkonsentrasi, tenang, dan fokus.

3. Anak Akan Belajar Menerima Pukulan
Dalam seni bela diri, anak Anda akan belajar bagaimana cara menerima sebuah pukulan. Baik itu pukulan secara fisik atau pukulan secara mental karena sebuah kegagalan. Dalam menjalani hidup, kita harus mampu menerima pukulan untuk dapat bangkit dan terus berjuang hingga mendapatkan keberhasilan. Kuncinya adalah belajar bagaimana cara terbaik menerima dan mengakui pukulan yang menimpa dan bangkit kembali.

Hal ini tentu juga akan tampak pada bagaimana anak menjalani kehidupannya kelak. Ia tidak akan menjadi seseorang yang mudah menyerah karena pukulan atau kegagalan yang menimpanya. Terbiasa menjalani kesulitan dan mengupayakan keberhasilan akan menciptakan pribadi anak yang giat dan terus bersemangat.

4. Anak Akan Semakin Percaya Diri dan Menghargai Diri Sendiri
Berpartisipasi dalam seni bela diri mampu memberikan rasa percaya diri dan kecenderungan untuk menghargai diri sendiri atas kerja dan berbagai usaha yang telah dilakukan. Pasalnya, sekolah seni bela diri yang tepat akan mengajari anak Anda bahwa tidak ada anak yang lebih kuat, besar, dan lebih tangguh. Semua anak memiliki kelebihan dan kekuatannya masing-masing. Tidak hanya itu, dalam sesi latihan bela diri anak juga akan belajar tentang arti rasa hormat dan saling menghargai. Anak Anda akan memahami bahwa rasa percaya diri dan rasa hormat kepada orang lain berasal dari bagaimana ia menghargai dirinya sendiri secara lebih mendalam.

5. Bela Diri Mampu Menyelaraskan Pikiran dan Tubuh Anak
Yang membedakan bela diri dengan beragam aktivitas fisik lainnya adalah bagaimana cara untuk mendengarkan tubuh Anda. Hal ini dapat dilatih pada anak sejak dini dengan membiasakannya mengikuti instruksi dalam latihan bela diri. Dengan bela diri, anak diajarkan untuk melihat, merasakan, dan mendengarkan tubuhnya, baik secara internal maupun eksternal. Selain itu, anak juga diharapkan dapat mengatur ketakutan dan keberanian dalam intuisi yang tepat sehingga dapat mengendalikan tubuh dan pikirannya sendiri.

6. Anak Akan Belajar Menyelesaikan Konflik
Anda tidak perlu khawatir jika anak akan menggunakan keterampilan bela diri dalam perkelahian. Pasalnya, para pelatih bela diri sangat menanamkan nilai ketenangan dan pengendalian emosi dalam menghadapi sebuah konflik atau masalah. Perkelahian fisik merupakan cara terakhir yang harus dihindari dalam sebuah masalah. Sebaliknya, anak akan diajarkan untuk tetap tenang dan rileks dalam menghadapi konflik.

Meskipun begitu, kemampuan bela dirinya akan berguna jika ia mendapatkan serangan. Itu pun hanya akan dipakai sebagai upaya pertahanan dan perlindungan diri.

7. Anak Anak Belajar Mengatur Napas
Dari sekian banyak hal dapat diperoleh anak-anak yang mengikuti latihan bela diri, kemampuan mengatur napas menjadi salah satu yang paling berpengaruh besar dalam kehidupannya. Pasalnya, pengaturan napas menjadi kunci dari setiap kegiatan fisik dan kondisi mental yang sedang kita alami. Anak yang mengikuti bela diri dengan disiplin dan konsisten akan mampu menjadi sosok yang tenang dan kuat dalam waktu yang bersamaan. Itu semua berkat pengaturan napas yang tepat dan benar.