Categories
Uncategorized

Mengenal Revenge Porn: Tindak Kekerasan Seksual Melalui Media

Kekerasan seksual tidak hanya pemerkosaan, kenali lebih lanjut tentang batasan-batasannya disini

Indonesia kerap kali digegerkan dengan skandal seksual yang muncul melalui media sosial. Biasanya bermula dari beredarnya foto atau video tak senonoh yang memperlihatkan bagian atau adegan intim. Sebagian besar kasus itu terjadi lantaran revenge porn dan hanya sedikit saja yang terjadi karena faktor ketidaksengajaan. Revenge porn sendiri merupakan salah satu tindak kekerasan seksual.

Revenge porn sendiri merupakan kegiatan menyebarkan konten seksual baik dalam bentuk foto maupun video tanpa seizin orang yang muncul di dalam foto dan video tersebut. Tujuannya bisa untuk balas dendam (revenge) atau menjelekkan orang tersebut. 

Lebih lanjut, menurut Danielle dan Mary Anne dalam jurnal Criminalizing Revenge Porn, konten ini dapat digunakan oleh pelaku untuk memeras subjek untuk melakukan tindakan seks lainnya, untuk memaksa mereka melanjutkan hubungan, dan sebagai bentuk balas dendam karena mengakhiri hubungan mereka.

Mayoritas korban dalam tindak revenge porn ini adalah perempuan. Posisi perempuan di Indonesia yang tidak menguntungkan membuat mereka amat rentan. Pasalnya, perempuan seringkali dijadikan sebagai objek. 

Kekerasan seksual ini juga masuk ke dalam ranah kejahatan siber karena menggunakan internet sebagai media tindakannya. Kekeliruan atau kekhilafan korban dalam melakukan tindakan tersebut (mengambil atau mengirim konten pornografi) dimanfaatkan pelaku untuk mengintimidasi demi mendapatkan tujuannya.

Kebanyakan kasus revenge porn terjadi kepada mereka yang berusia rejama hingga awal usia dewasa. Hal ini diketahui berkat survey yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). 

Survey tahun 2018 itu menunjukkan bahwa pengguna internet terbanyak adalah mereka yang berusia 15-19 tahun, disusul oleh usia 20-24 tahun. Dari data tersebut, 91% dari mereka yang berusia 16-24 menggunakan internet untuk mengakses media sosial. Tidak heran, remaja menjadi kelompok usia yang paling rentan terhadap kejahatan seksual di media sosial. Salah satunya dalam bentuk revenge porn.

Komisioner Komnas Perempuan, Indriyati Suparno, mengatakan persoalan ini memang sudah genting. Banyak sekali ditemui kasus ini di lapangan. Namun, hanya sedikit yang naik ke permukaan. Masalah kekerasan seksual ini pun cukup pelik. Sebab rata-rata korban enggan atau tidak mau melaporkan tindak kejahatan yang dialaminya.

Ada banyak faktor mengapa korban sungkan buka suara. Masalah psikologis menjadi faktor utama mengapa korban tetap diam. Selain itu, aparat penegak hukum yang masih belum menaruh perhatian khusus pada kasus ini pun turut memperburuk situasi.

Selain itu, belum adanya payung hukum yang mengatur masalah revenge porn ini juga akan tetap membuat para penyintas kekerasan seksual ini tidak terlindungi. persoalan kekerasan seksual di dunia maya selama ini diatur dalam Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDTR). Namun, hal tersebut hanya berlaku jika memang terjadi dalam hubungan suami dan istri. Ini tidak mencakup hubungan pacaran atau di luar pernikahan.

Jika stake holder terkait tidak segera melakukan aksi nyata untuk menghentikan revenge porn, diperkirakan akan semakin banyak korban yang bakal mengalami dampak mengerikan dari tindak kekerasan seksual ini.

Dampak langsung yang paling mungkin dirasakan oleh para korban antara lain:

  • Depresi dan kecemasan;
  • Kehilangan harga diri dan kepercayaan diri;
  • Kehilangan pekerjaan dan kesempatan pendidikan;
  • Rentan terhadap pelecehan seksual di dunia nyata; hingga
  • Hilangnya kepercayaan terhadap sosok pasangan di masa depan.

Menilik bahaya dan dampak yang bisa didapat dari korban revenge porn, pengetahuan dan pendidikan seksual menjadi satu hal penting kiwari ini. Para remaja dan/atau siapa saja harus memiliki kesadaran akan sesuatu yang berkaitan dengan seksualitas. 

Selain pengetahuan dan pendidikan seksual yang dapat menghindari seseorang dari ancaman kekerasan seksual, payung hukum yang mengatur ihwal tersebut juga menjadi faktor penentu bagi terciptanya rasa aman dan nyaman seluruh warga masyarakat dari kejahatan yang sifatnya privat ini.

Categories
Hidup Sehat

Waspada Bahaya Kecoa Bagi Kesehatan Anda

Kecoa memang merupakan jenis hewan yang tidak disukai banyak orang. Sebagian besar orang tidak menyukainya karena merasa jijik. Tahukah Anda, selain menjijikkan, bahaya kecoa juga perlu diwaspadai? Terutama bagi kesehatan Anda.

Bahaya kecoa untuk kesehatan

Selama ini, kecoa mungkin hanya dikaitkan dengan kotor dan jorok. Tidak banyak orang yang menyadari bahwa selain menjijikkan, kecoa juga membahayakan kesehatan.

Bahaya kecoa memang tidak bersifat langsung. Hewan ini tidak secara langsung menyebabkan penyakit, tetapi dapat membawa banyak agen infeksi yang menimbulkan penyakit. Wajar saja, sebab serangga ini memang pemakan apa saja, termasuk sampah.

Lalu, apa saja bahaya kecoa bagi kesehatan manusia? Berikut ini penjelasannya untuk Anda.

1. Menyebabkan keracunan makanan

Menyebabkan keracunan makanan merupakan salah satu bahaya kecoa bagi kesehatan manusia.

Kecoa dapat bertahan hidup dengan memakan apa saja. Serangga ini kadang memakan makanan yang ada di selokan, tempat sampah, feses, helai rambut yang jatuh, hewan, tanaman mati, dan lain sebagainya. Bayangkan, berapa banyak bakteri dan dan racun yang menempel padanya?

Setidaknya, kecoa dapat membawa bakteri salmonella, staphylococcus, dan streptococcus, dari makanan yang dihinggapi.

Ketika masuk ke dalam rumah, kecoa dapat hinggap pada makanan atau alat makan. Serangga ini dapat membuang kotoran di sana atau menyebarkan bakteri yang menempel padanya. Akibatnya, Anda dapat mengalami keracunan setelah menggunakan alat makan atau memakan makanan yang tercemar tersebut.

2. Masalah pencernaan

Salah satu bahaya kecoa terletak pada air liurnya. Saat serangga ini hinggap pada makanan dan memakannya, mereka mengeluarkan air liur bersama dengan berbagai patogen yang berbahaya bagi kesehatan manusia, khususnya bagi pencernaan manusia.

Diketahui bahwa kecoa membawa sekitar 33 jenis bakteri di tubuhnya. Jenis bakteri yang paling banyak ditemukan adalah E. Coli, Salmonella, 6 jenis cacing parasit, serta 7 jenis patogen lain yang berbahaya.

Selain itu, bakteri Pseudomonas aeruginosa termasuk salah satu bakteri yang berkembang secara ekstensif dalam usus kecoa. Seperti diketahui, bakteri ini dapat menyebabkan kolera, disentri, diare, hingga tipus atau demam tifoid. Tak hanya masalah pencernaan, bakteri ini juga dapat memicu infeksi saluran kemih dan keracunan darah atau sepsis.

3. Memicu alergi

Kecoa juga disebut-sebut sebagai sumber alergen, sebab tubuh, telur, liur, hingga kotoran kecoa dapat memicu reaksi alergi. Beberapa reaksi yang sering muncul adalah bersin, gatal, ruam kulit, mata berair, pembengkakan kelopak mata, hingga gangguan pernapasan serius.

Untuk mengatasinya, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Obat-obat untuk mengatasi reaksi alergi akan diberikan oleh dokter.

4. Asma

Bagi Anda yang memiliki asma, perlu waspada jika ada kecoa di rumah. Reaksi kekambuhan asma dapat meningkat bila terdapat banyak kecoa.

Alergen yang ada pada kecoa dapat menimbulkan komplikasi parah pada penderita asma. Bahkan, mereka yang tidak memiliki riwayat asma pun dapat mengalami asma ketika terpapar alergen kecoa.

5. Masuk ke dalam tubuh

Dari sekian banyak bahaya kecoa, bahaya yang satu ini termasuk yang membuat ngeri.  Pasalnya, kecoa dapat masuk ke dalam tubuh manusia, seperti masuk ke dalam telinga.

Tak hanya masuk ke dalam telinga, terdapat beberapa kasus di mana kecoa masuk ke dalam mulut dan hidung. Hal ini biasanya terjadi saat Anda tertidur. Ketika kecoa berhasil masuk ke dalam tubuh, maka tubuh Anda akan dirusak dari dalam.

Lindungi diri Anda dari bahaya kecoa dengan selalu menjaga kebersihan rumah, ya!

Categories
Penyakit

4 Jenis Obat yang Diteliti untuk Menyembuhkan Corona

Berdasarkan uji coba, Remdesivir meningkatkan waktu pemulihan pasien Covid-19 sekitar 31% lebih cepat

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat atau FDA disebut telah menyetujui pemakaian obat darurat yang diproduksi Gilead Sciences yakni Remdesivir untuk pasien virus corona yang sudah mengalami gejala parah. Ternyata terdapat empat jenis obat corona yang masih dalam tahap penelitian selain remdisivir untuk menyembuhkan pasien yang terinfeksi virus corona.

Sebagai salah satunya Remdesivir merupakan anti-virus yang ditujukan untuk mengurangi waktu pemulihan pasien COVID-19. Melalui pemerintah Amerika Serikat, perusahaan yang membuat Remdesivir telah mengekspor obat tersebut dan telah tersedia untuk para pasien virus corona yang berada di Amerika Serikat.

Jenis Obat Corona

  • Remdesivir

Remdesivir juga merupakan vaksin antivirus yang dikembangkan perusahaan bioteknologi yang berbasis di Amerika Serikat, Gilead Sciences. Obat ini memiliki kode pengembangan GS-5734 yang masuk ke analog nukleotida, termasuk disintesis dalam beberapa turunan ribosa. Vaksin ini diklaim mampu mengobati pasien COVID-19 yang telah dalam kondisi parah.

Pasien yang mengonsumsi obat ini disebut memiliki waktu pemulihan yang lebih cepat ketimbang pasien COVID-19 yang hanya mendapatkan plasebo. Hal ini diungkap oleh The US National Institute of Allergy and Infections Disease (NIAID). Remdesivir adalah produk analog nukleotida yang juga dipakai untuk mengatasi infeksi Ebola dan virus marburg di tahun 2013-2016.

Pasien dalam kondisi parah disebut bisa sembuh empat hari lebih cepat dari waktu pemulihan pada umumnya. Rata-rata waktu pemulihan pasien yang menggunakan obat ini adalah 11 hari, sementara itu pasien yang tidak menggunakan obat ini dan hanya diobati dengan plasebo harus membutuhkan waktu pemulihan selama 15 hari.

  • Avigan

Obat ini juga disebut dengan nama Favipiravir merupakan obat dari Jepang yang dikembangkan oleh perusahaan Jepang, Fujifilm Toyama Chemical. Avigan diproduksi oleh Zheijang Hisun Pharmaceutical, pada dasarnya obat ini dikembangkan untuk mengobati virus influenza, meski demikian obat ini diakui sebagai pengobatan eksperimental untuk pasien corona.

Live Science menyebutkan bahwa Avigan secara khusus dipakai untuk mengobati virus RNA, virus SARS-CoV-2 yang menjadi penyebab adanya COVID-19 dengan materi genetik utama RNA dan bukan DNA. Avigan ini disebut mampu menghentikan replikasi virus dengan melumpuhkan enzim yang dinamakan RNA Polimerase.

  • Klorokuin

Memiliki nama ilmiah chloroquine, Klorokuin merupakan senyawa sintetis atau kimiawi yang memiliki struktur sama dengan quine sulfate. Bahan kimia ini berasal dari ekstrak kulit batang pohon kina yang merupakan obat bagi pasien penyakit malaria. Klorokuin menjadi salah satu senyawa yang dianggap sebagai kandidat antivirus untuk COVID-19.

Penelitian terkait penggunaan obat ini telah dilakukan di Wuhan Insitute of Virology dari Chinese Academy of Sciences. Dilakukan oleh ahli virologi Manli Wang bersama tim dan telah dipublikasikan dalam Jurnal Nature. Hasil dari penelitian awal terhadap antivirus ini adalah klorokuin mampu menghambat kemampuan virus baru menginfeksi dan tumbuh di dalam sel.

  • Lopinavir dan Ritonavir

Selain Remdesivir dan Klorokuin sebagai obat yang direkomendasikan WHO, terdapat satu jenis obat lain lagi yang tengah diuji sebagai obat corona. Lopinavir dan ritonavir menjadi obat kombinasi yang disebut bekerja dengan baik untuk melawan virus HIV. Kombinasi kedua obat ini bekerja langsung pada protein inti virus yang dinamakan dengan protoase.

Lopinavir dan ritonavir merupakan kombinasi dua bahan yang sama seperti remdesivir, yakni kedua bahan ini berhasil diuji pada tikus. Obat ini dengan remdesivir sama-sama mampu untuk melawan SARS-CoV-2 di tikus meskipun belum dilakukan pengujian pada manusia.

Categories
Parenting

Tips Belajar Puasa Untuk Anak

tips parenting melatih belajar puasa anak

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sering dinanti-nanti oleh umat islam. Di bulan ini, mereka diwajibkan berpuasa dari pagi hingga sore/malam hari. Anak-anak, ibu hamil dan menyusui, serta mereka yang sudah tua atau sakit diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Puasa baru akan menjadi suatu kewajiban ketika anak sudah mulai beranjak dewasa, yaitu sekitar umur 14 hingga 15 tahun. Sebelum waktu tersebut tiba, orang tua dapat membantu anak untuk belajar puasa agar nantinya mereka dapat perlahan-lahan kuat puasa seharian. Mengajarkan puasa pada anak and motif spiritual maupun kultural dapat menjadi tantangan sendiri bagi orang tua. Anak biasanya akan kesulitan untuk berpuasa. Dan sebagai orang tua, Anda biasanya tidak tahu kapan harus mulai mengajarkan anak berpuasa. Artikel ini akan menyediakan beberapa informasi penting mengenai belajar puasa pada anak. 

Apakah puasa aman untuk anak?

Salah satu kekhawatiran utama para orang tua dalam membuat anak belajar puasa adalah ketidaktahuan mereka akan keamanan puasa bagi anak. Banyak ahli dan dokter anak merekomendasikan anak tidak seharusnya puasa dalam jangka waktu yang lama. Masa pubertas bisa dibilang masa yang paling tepat dan aman. Meskipun demikian, belajar puasa sebelum puasa juga aman, tergantung kesehatan anak dan nutrisi yang dibutuhkannya. Anak-anak yang berusia 7 hingga 8 tahun dapat belajar puasa sebagian, hanya beberapa jam dan tidak dalam waktu yang lama. Namun, belajar puasa untuk anak di bawah 7 tahun sangat tidak direkomendasikan. 

Tips belajar puasa

Puasa tidak hanya bermanfaat dari sisi spiritual saja, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan anak. Beberapa manfaat dari puasa adalah mendukung kebiasaan makan yang sehat, meningkatkan pencernaan, mencegah gigi berlubang, dan mencegah obesitas pada anak. Meskipun puasa berarti tidak makan dan minum selama kurang lebih 12 jam, anak hanya diperbolehkan berpuasa beberapa jam saja. Berikut adalah tips  mengajari anak belajar puasa.

  • Hindari makanan yang manis

Anak-anak sangat menyukai mengonsumsi makanan yang manis. Sehingga, Anda dapat mengajari anak menghindari makanan manis selama beberapa waktu. Beritahu anak untuk tidak mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung banyak gula seperti camilan, permen, coklat, dan kue selama beberapa waktu. Anak tidak hanya akan belajar puasa, tetapi juga menghindari makan makanan yang manis dan terhindari dari gigi berlubang.

  • Membuat pilihan-pilihan yang sehat

Selama beberapa waktu, ajari anak hanya makan makanan yang sehat. Misalnya, alih-alih makan coklat dan kue, ajari anak untuk makan wortel. Alih-alih minum soda dan minuman dingin, ajari anak minum air putih. Bantu anak Anda memilih makanan yang bernutrisi daripada makanan cepat saji. 

  • Jangan buat anak puasa hanya karena anak lain juga sudah siap berpuasa

Puasa hanya untuk orang dewasa. Puasa tidak hanya sebatas tidak makan dan minum seharian, tetapi juga harus niat dan sadar akan tindakan yang Anda lakukan. Akan sangat tidak adil bagi anak untuk mengajaknya berpuasa sama halnya dengan orang dewasa. Anak akan terus aktif bermain dan belajar. Anak akan membutuhkan energi yang cukup untuk melakukan hal-hal tersebut. Mengajarkan anak puasa penuh terlalu dini malah akan membuatnya merasa puasa sebagai suatu beban. 

Anda juga bisa mengajarkan anak belajar puasa melalui buku-buku pembelajaran dan video. Beritahu anak tujuan puasa dan manfaatnya. Karena anak tidak akan makan selama beberapa jam, ajari dia bagaimana menghabiskan energi dengan lebih efektif.