Categories
Hidup Sehat

Teh Sereh Punya Sifat Antioksidan dan Antibakteri

Selain beraroma sedap, teh sereh juga punya manfaat yang "lezat".

Sereh, juga dikenal dengan nama citronella, merupakan tanaman dengan wangi lemon dan rasa buah sitrus. Tanaman ini sering dijumpai sebagai bahan baku untuk masakan khas Thailand dan dapat digunakan untuk mengusir serangga. Minyak esensial sereh juga digunakan sebagai aromaterapi untuk menyegarkan udara, mengurangi stres, dan mengangkat nuansa hati. Sereh juga digunakan sebagai “home remedy” untuk membantu tidur, mengurangi rasa sakit, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Salah satu cara populer untuk menikmati tanaman penuh manfaat ini adalah membuatnya menjadi teh sereh. 

Manfaat sehat teh sereh

Menurut sebuah studi yang diterbitkan di Jurnal Pertanian dan Kimia Makanan, sereh mengandung beberapa jenis antioksidan yang dapat membantu tubuh melawan radikal bebas yang dapat menyebabkan penyakit berbahaya. Beberapa jenis antioksidan tersebut adalah isoorientin, asam chlorogenic, dan swertiajaponin. Dengan mengonsumsi teh sereh secara rutin, Anda akan mendapatkan manfaat antioksidan dapat membantu mencegah disfungsi sel-sel tubuh di dalam arteri koroner. Antioksidan tersebut juga akan bertindak melawan peradangan, yang mana merupakan faktor risiko utama untuk beberapa kondisi kesehatan serius seperti serangan jantung. Para peneliti belum melakukan penelitian skala besar untuk membuktikan klaim ini. Namun, dokter tahu bahwa minum teh dapat membantu melawan radikal bebas, sehingga dapat mengurangi munculnya peradangan di dalam tubuh. 

Selain melawan radikal bebas, teh sereh juga sangat bermanfaat dalam melawan infeksi mulut dan gigi berlubang karena sifat antibakteri yang terkandung di dalamnya. Menurut sebuah studi vitro tahun 2012 yang diterbitkan oleh Institut Kesehatan Nasional, minyak esensial sereh menunjukkan kemampuan antibakteri dalam melawan bakteri Streptococcus mutans, yang bertanggung jawab atas kerusakan gigi. Penelitian lanjutan juga menunjukkan bahwa minyak sereh dan ion perak dapat bekerjasama dalam melawan beberapa jenis bakteri dan jamur pada vitro. 

Cara penyajian teh sereh

Belum ada penelitian yang cukup tentang teh sereh untuk dapat merekomendasikan dosis standar untuk kondisi apapun. Untuk rekomendasi dosis, konsultasikan dengan dokter Anda atau tenaga kesehatan yang memiliki kualifikasi di bidangnya. Untuk mengurangi risiko efek samping, mulailah dengan minum satu cangkir teh sereh setiap harinya, dan hentikan konsumsi apabila Anda merasakan adanya efek samping apapun. Untuk membuat teh sereh, adapun langkah-langkah yang perlu diikuti di antaranya adalah:

  • Tuangkan satu cup air panas di atas 1 hingga 3 sendok teh sereh segar atau kering
  • Diamkan selama kurang lebih 5 menit
  • Saring dan sajikan panas atau bisa ditambahkan es

Anda juga bisa menemukan kantung teh sereh yang banyak dijual di toko-toko makanan atau online. Anda juga bisa menggunakan sereh segar yang dibeli di pasar atau Anda tanam sendiri di kebun. Akan lebih baik apabila Anda memilih serai yang ditanam secara organik untuk menghindari penggunaan pestisida sintetis yang berbahaya. Apabila Anda tidak suka minum teh sereh, Anda bisa gunakan sereh dengan cara mencampurnya ke dalam makanan. Tambahkan satu batang sereh ke dalam sup ataupun kari. Anda juga bisa menambahkannya ke dalam daging atau ikan sebelum memanggangnya. 

Teh sereh umumnya aman untuk diminum dan mengandung manfaat herbal yang baik untuk kesehatan tubuh. Penelitian laboratorium dan hewan menunjukkan bahwa sereh memiliki sifat anti peradangan, antibakteri, dan antikanker. Sereh juga dapat membantu melindungi dinding perut dan meningkatkan profil lipid Anda. Anda bisa minum teh sereh satu cangkir setiap harinya, atau sesuai dengan anjuran dan rekomendasi dokter.

Categories
Hidup Sehat

Hindari Cedera Tendon Achilles, Waspadai Risiko-risiko Ini

Jika Anda sering merasa kesemutsan ataupun tiba-tiba merasa nyeri ketika sedang berjalan tepatnya di sekitar belakang kaki bagian bawah, waspadalah. Jangan-jangan Anda tengah mengalami cedera tendon Achilles. Jika dibiarkan, cedera pada tendon Achilles bisa membuat Anda kesulitan berjalan disertai rasa sakit yang luar biasa.

cedera tendon achilles

Untuk diketahui, tendon merupakan urat yang menghubungkan antara otot dengan tulang sehingga ada elastistas terbatas dalam gerakan di bagian yang terhubung. Tendon Achilles sendiri merpakan urat terbesar yang ada di tubuh. Ia menghubungkna otot betis dengan tulang tumit. Cederanya tendon Achiles pada akhirnya memengaruhi elastisitas bagian tumit sehingga membuat Anda sulit menggerakkan telapak kaki sampai ke betis.

Cedera pada bagian tendon terbesar ini termasuk jenis penyakit yang umum terjadi ketika Anda beraktivitas secara berlebihan sehingga menimbulkan beban di kaki. Namun, cedera ini lebih berpotensi menyerang jika Anda memiliki risiko-risiko di bawah ini.

  1. Berusia 40—50 Tahun

Semakin tua usia Anda, semakin berisiko pula Anda terkena cedera tendon Achilles. Ini karena tingkat elastisitas otot Anda mulai berkurang ditambah adanya risiko pengapuran tulang yang berpengaruh pada motorik. Ada kecendrungan, risiko pada usia tua terkait penyakit ini akan meningkat pada laki-laki. Dalam sebuah penelitian disebutkan, perbandingan penderita cedera tendon Achile antara laki-laki dan perempuan mencapai 5:1.

  • Obesitas

Tubuh yang terlalu gemuk membuat beban kaki bertambah. Khususnya, pertambahan beban akan dirasakan oleh bagian tumit di mana tempat tendon Achilles berada. Tidak heran pada orang-orang yang mengalami obesitas, cedera tendon Achilles menjadi lebih sering terjadi. Guna mengurangi risikonya, melakukan diet ketat yang sehat mesti segera dilakukan.

  • Pemakaian Hak Tinggi

Ini peringatan bagi perempuan agar tidak melulu menggunakan sepatu atau sandal hak tinggi jika ingin menghindari rasa sakit yang ditimbulkan akibat cedera tendon Achilles. Hak tinggi hanya akan membuat tumit Anda bekerja ekstra sehingga kerap berujung cedera. Cobalah mengistirahatkan kaki dengan memakai alas kaki yang memiliki hak datar tiap kali Anda mulai merasa kesemutan.

  • Pemakaian Antibiotik

Ketika mengalami sakit yang disebabkan oleh bakteri, dokter cenderung akan memberikan Anda antibiotik untuk memulihkan keadaan. Tanpa Anda sadari, beberapa jenis antibiotik justru dapat meningkatkan risiko Anda terkena cedera tendon Achilles. Jenis antibiotik yang paling berpengaruh buruk pada kondisi tendon di bagian tumit Anda, yakni jenis Fluoroquinolone.

  • Ketegangan Otot Betis

Anda yang kerap mengalami keram atau ketegangan otot betis lebih berisiko mengalami cedera tendon Achilles daripada mereka yang memiliki otot betis lebih lentur. Ketegangan otot betis cenderung disebabkan kondisi kaki yang terlalu banyak beraktivitas. Untuk mengurangi gejala ketegangan otot betis, pastikan Anda selalu melakukan pemanasan sebelum melakukan aktivitas kaki yang berat, khususnya ketika hendak berolahraga.

  • Olahraga di Permukaan Tak Rata

Berhati-hatilah memilih tempat untuk berolahraga. Salah memilih tempat bisa membuat Anda terancam terkena cedera tendon Achilles. Hindari berolahraga di dataran yang tidak rata sebab bisa meningkatkan risiko jatuh. Berolahraga seperti lari pada jalanan menanjak juga meningkatkan risiko cedera tendon Achilles sebab membuat beban tumit kian bertambah.

  • Telapak Kaki Datar

Coba lihat permukaan telapak kaki Anda sekarang, apakah bentuknya melengkung atau justru tampak datar? Nyatanya, cedera tendon Achilles lebih rentan menyerang orang-orang yang memiliki permukaan telapak kaki datar. Anda bisa menyiasatinya dengan menggunakan sepatu-sepatu yang guna meminimalkan risiko terkena cedera.

***

Dengan mengetahui faktor risiko cedera tendon Achilles, Anda pun bisa mengambil langkah lebih sigap sebagai upaya pencegahan. Karena apabila Anda sudah mengalami cedera, siap-siap saja berbagai kegiatan Anda mutlak terganggu. Tidak mau seperti itu, bukan?

Categories
Uncategorized

Mengenal Feokromositoma, Tumor pada Kelenjar Adrenal

Feokromositoma, adalah penyakit yang jarang terjadi dan biasanya menyerang kelenjar adrenal. Penyakit yang namanya jarang terdengar ini merupakan tumor jinak, hanya 3-13 persen bersifat ganas dan menyebar luas ke organ lain.

Tumor feokromositoma ini bisa saja menyerang satu kelenjar adrenal atau keduanya. Kelenjar adrenal fungsinya menghasilkan hormon adrenalin dan noradrenalin yang posisinya menempel di atas ginjal.

Fungsi hormon adrenalin ini adalah untuk mengatur metabolisme, denyut jantung, dan tekanan darah. Nah, tumor feokromositoma ini akan membuat produksi hormon adrenalin dan noradrenalin meningkat lebih banyak dari biasanya. Sehingga dapat terjadi peningkatan tekanan darah yang sifatnya sementara atau bisa juga terus-menerus. Sehingga dapat mengakibatkan hipertensi atau tekanan darah tinggi yang mengancam jiwa.

Usia berapa saja bisa kemungkinan mengalami feokromositoma ini, namun paling sering menyerang orang dewasa berusia 30-50 tahun. Namun, juga dapat diderita anak-anak, dengan persentase sekitar 10 persen.

Penyebab Feokromositoma

Penyebab tumor ini belum diketahui secara pasti. Feokromositoma ini berkembang pada sel berjenis chromaffin yang berada di area tengah kelenjar adrenal. Sel inilah yang melakukan fungsi mengatur denyut nadi, tekanan darah dan mengatur kadar gula dalam darah.

30 persen kasus feokromositoma ini disebabkan oleh faktor genetik. Tumor jinak ini memungkinkan berkembang menjadi kanker dan berisiko juga menyebar ke bagian tubuh yang lain. Orang dengan gangguan berikut lebih mudah diserang penyakit feokromositoma, yaitu:

  • Neoplasia endokrin tipe 2
  • Neurofibromatosis 1 (NF1)
  • Penyakit Von Hippel-Lindau
  • Sindrom paraganglioma herediter

Selain gangguan di atas, ada juga beberapa hal yang menjadi faktor pemicu munculnya tumor feokromositoma ini, yaitu:

  • Adanya aktivitas fisik yang berat
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu
  • Mengonsumsi makanan dan minuman yang kaya akan tiramin, misalnya keju, coklat, daging asap, bir, wine, atau daging yang dikeringkan. Karena kandungan dari makanan ini mempengaruhi tekanan darah
  • Persalinan
  • Pembedahan dan bius
  • Adanya perubahan postur
  • Adanya gangguan kecemasan dan stres

Gejala Menderita Tumor Feokromositoma

Ada beberapa kasus penderita feokromositoma tidak menunjukkan gejala apapun. Namun biasanya, indikasi yang muncul umumnya seperti:

  • Jantung berdebar
  • kepala terasa sakit
  • Tangan tremor
  • Keringat keluar berlebihan
  • Wajah pucat
  • Mengalami gangguan tidur
  • Mengalami konstipasi atau sembelit
  • Mengalami gangguan kecemasan
  • Sesak napas
  • Berat badan mengalami penurunan
  • Mengalami kejang
  • Mual dan muntah
  • Sulit bernapas

Pengobatan dan Penanganan Feokromositoma

Pengobatan dan penanganan tumor feokromositoma ini bergantung pada jenis dan ukuran tumor, serta kondisi kesehatan pasien. Ada beberapa prosedur tindakan yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Dilakukan operasi pengangkatan tumor

Pengobatan yang paling utama dilakukan adalah dengan pengangkatan tumor melalui operasi laparoskopi. Operasi ini dilakukan dengan meminimalisir luka sayatan operasinya. Dengan begitu, kelenjar adrenal yang sehat menggantikan fungsi kelenjar adrenal yang rusak dan sudah diangkat. Tindakan medis ini akan membuat tekanan darah kembali normal.

  • Melalui obat-obatan

Biasanya obat-obatan akan diberikan untuk menurunkan tekanan darah sebelum mengambil tindakan pembedahan. Sehingga selama dilakukan pembedahan, risiko peningkatan tekanan darah akan berkurang.

Adapun obat antihipertensi yang diberikan berupa alpha blockers serta beta blockers yang biasanya dikonsumsi 7-10 hari sebelum menjalani pembedahan.

Namun jika feokromositoma yang diderita sudah ganas, penanganan yang diberikan bisa dengan terapi isotop iodin, radioterapi, kemoterapi, serta operasi.

Categories
Kesehatan Mental

Penyebab dan Gejala Gangguan Panik

Gangguan panik terjadi ketika Anda mengalami serangan panik tak terduga dan berulang. DSM-5 mendefinisikan serangan panik sebagai gelombang rasa takut dan ketidaknyamanan yang intens dan tiba-tiba yang dapat memuncak dalam waktu beberapa menit saja. Orang-orang dengan gangguan ini hidup dalam ketakutan memiliki serangan panik. Anda dapat memiliki serangan panik ketika Anda tiba-tiba merasa takut luar biasa yang tidak memiliki sebab pasti. Gejala fisik dari gangguan panik seperti detak jantung yang cepat, kesulitan bernapas, dan berkeringat.

Kebanyakan orang mengalami serangan panik satu atau dua kali dalam hidup mereka. Asosiasi Psikologi Amerika melaporkan bahwa 1 dari 75 orang akan mengalami gangguan panik. Gangguan panik memiliki dikarakterisasikan sebagai rasa takut terhadap serangan panik setelah Anda mengalami kekhawatiran terhadap munculnya kembali serangan panik selama satu bulan terus menerus. Meskipun gejala dari kondisi ini dapat sangat menakutkan, gangguan panik dapat diatasi dengan perawatan yang tepat. Mencari bantuan atau perawatan merupakan bagian penting dalam mengurangi gejala serta meningkatkan kualitas hidup seseorang.

Apa saja gejala gangguan panik?

Gejala gangguan panik biasanya akan bermula saat seseorang menginjak masa remaja atau pada mereka yang berumur di bawah 25 tahun. Apabila Anda pernah memiliki 4 kali atau lebih serangan panik, atau Anda hidup dalam ketakutan memiliki serangan panik setelah Anda merasakannya, kemungkinan besar Anda memiliki gangguan panik. Serangan panik menciptakan rasa takut yang intens yang terjadi dengan tiba-tiba, dan terkadang tanpa peringatan apapun. Serangan tersebut biasanya akan memakan waktu 10 hingga 20 menit, namun dalam kasus-kasus yang ekstrim, gejala dapat terjadi selama lebih dari 1 jam. Pengalaman serangan panik ini berbeda-beda dari individu yang satu dengan yang lainnya, dengan gejala yang umumnya beragam.

Gejala umum yang dihubungkan dengan serangan panik di antaranya adalah palpitasi detak jantung yang cepat, sesak napas, perasaan Anda terceking, pusing, kepala terasa ringan, mual, berkeringat, menggigil, perubahan kondisi mental, mati rasa atau kesemutan pada tangan dan kaki, rasa sakit pada dada, dan rasa takut Anda akan mati. Gejala serangan panik ini sering terjadi tanpa adanya sebab yang jelas. Biasanya, gejala tersebut tidak sepadan dengan tingkat “bahaya” yang ada di sekitar Anda. Karena serangan panik ini tidak dapat diprediksi, kondisi ini dengan sangat signifikan dapat memengaruhi fungsi kehidupan sosial dan emosional seseorang. Dengan rasa takut serangan panik malah akan menimbulkan serangan panik baru.

Penyebab dan faktor risiko gangguan panik

Penyebab gangguan panik tidak diketahui/dimengerti dengan pasti. Namun, penelitian menunjukkan bahwa gangguan panik memiliki hubungan dengan faktor genetik. Gangguan panik juga dihubungkan dengan perubahan-perubahan yang terjadi di hidup Anda. Pindah ke kota baru, menikah, dan memiliki anak pertama merupakan transisi besar yang dapat menciptakan stres dan memicu perkembangan gangguan panik di kemudian hari.

Meskipun penyebab gangguan panik tidak begitu dimengerti, informasi mengenai kondisi ini mengindikasikan bahwa beberapa grup memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menderita gangguan panik. Menurut Institut Kesehatan Mental Nasional, perempuan memiliki kemungkinan dua kali lebih besar dalam menderita kondisi ini dibandingkan dengan laki-laki.

Sayangnya, gangguan panik tidak mungkin untuk dicegah. Namun, Anda dapat berusaha mengurangi gejala yang ditimbulkan dengan menghindari alkohol dan pemicu lain seperti alkohol dan obat-obatan terlarang. Penting untuk diingat bahwa Anda menderita gejala kecemasan akibat kejadian hidup yang mengganggu dan penuh stres. Bicarakan dengan penyedia layanan kesehatan mental Anda apabila Ada merasa terganggu akan sesuatu yang Anda alami.

Categories
Penyakit

Beberapa Penyakit Zoonosis Bawaan Ternak selain Brucellosis

Salah satu mata pencaharian yang populer di dalam kehidupan sosial-kemasyarakatan di Indonesia adalah berternak. Hal ini dapat dibuktikan dari banyaknya rumah-rumah dengan kandang ternak yang menyertai, utamanya di daerah pedesaan. Mereka harus waspada, karena di sana tersimpan banyak risiko kesehatan, salah satunya brucellois.

Dunia medis mengidentifikasi penyakit yang berasal dari hewan sebagai zoonosis. Zoonosis disebabkan oleh patogen seperti bakteri, virus, fungi, serta parasit seperti protozoa dan cacing. Diperkirakan lebih dari 60% penyakit infeksius pada manusia tergolong zoonosis.

Brucellois merupakan salah salah satu penyakit zoonosis karena penderitanya terinfeksi oleh bakteri dari genus Brucella, tepatnya Brucella sp. Bakteri ini merupakan bakteri gram negatif. Penyakit brucellosis biasanya menyerang hewan ternak, seperti kambing dan sapi. Bakteri Brucella dapat keluar dari tubuh sapi atau kambing melalui berbagai macam cairan, seperti susu, urine, cairan plasenta, dan cairan lainnya.

Penularan brucellosis kepada manusia terjadi melalui produk hasil hewan ternak yang sudah terkontaminasi dan kemudian dikonsumsi oleh manusia. Ada kemungkinan pula bekateri ini menginfeksi melalui udara yang sudah terkontaminasi. Melakukan kontak langsung dengan hewan ternak yang terinfeksi juga dapat membuat seseorang tertular penyakit ini.

Jika tertular, gejala umum yang muncul antara lain tubuh merasa lemas, pusing, berat badan turun, nafsu makan menurun, sakit punggung, seluruh sendi tubuh terasa sakit, demam, menggigil, dan berkeringat di malam hari. Saat melakukan pemeriksaan, mereka yang terserang bisanya diketahui mengalami pembesaran organ hati dan limpa.

Meski jarang terjadi dan cenderung sulit berkembang di Indonesia, jika dibandingkan dengan penyakit zoonosis dari hewan ternak lain, brucellois tetap tak dapat dipandang sebelah mata. Adapun beberapa penyakit dari hewan ternak lain yang lebih populer di Indonesia adalah:

  • Flu Burung

Flu burung atau yang dikenal juga sebagai avian influenza adalah salah satu jenis infeksi virus yang umumnya ditemukan pada unggas. Namun, virus yang menyebabkan flu burung dapat bermutasi dan menyebar ke manusia. Apabila manusia terinfeksi virus flu burung, gejala yang tampak akan bervariasi, mulai dari yang ringan hingga parah dan berpotensi membahayakan nyawa.

Penularan ini biasanya terjadi akibat adanya kontak dengan burung yang terinfeksi virus atau proses memasak unggas yang kurang matang. Penyakit ini tidak dapat ditularkan antarmanusia, tapi para ahli mengkhawatirkan adanya kemungkinan virus flu burung dapat bermutasi lagi dan bisa tersebar dengan mudah ke sesama manusia.

Tercatat sejak tahun 2003 Indonesia merupakan negara dengan jumlah korban terbanyak akibat wabah flu burung. Status Kondisi Luar Biasa atau KLB untuk flu burung kerap ditetapkan oleh pemerintah. Penyakit ini tidak bisa dianggap sepele karena dalam kasus penularan flu burung terhadap manusia di Indonesia, hampir 80 persen berakhir dengan kematian.

  • Anthrax

Seseorang yang terinfeksi anthrax biasanya akan mengalami benjolan yang melepuh berwarna biru gelap, adanya reaksi peradangan dari luka, sakit perut, mual, muntah, diare, demam, nyeri otot dan dada, serta dapat terjadi kematian dalam waktu 24 jam.

Dilihat dari gejalanya, penyakit yang disebabkan oleh bakteri dari genus yang sama dengan penyebab brucellosis, khususnya Bacillus anthracis, ini merupakan kondisi yang serius dan tak dapat disepelekan.

Hampir semua hewan ternak dari jenis mamalia, seperti sapi, kambing, domba, kerbau, dan babi berpotensi terserang anthrax. Hewan yang terinfeksi bisa ditandai dari gelagat dan tanda-tandanya, seperti demam, gelisah, dan mengeluarkan darah dari hidung dan dubur. Jika sudah sangat parah hewan akan mengalami pembengkakan dan mati mendadak.

Menurut data Kemenkes RI, pada tahun 2010-2016 terdapat 172 kasus anthrax di mana 97%nya merupakan anthrax kulit, sementara 3%nya merupakan anthrax pencernaan. Penderita anthrax sebanyak 61% adalah laki-laki dan sisanya wanita. Adapun menurut kelompok umur, 93% penyakit ini menyerang kelompok umur di atas 15 tahun.

  • Taeniasis dan Sistiserkosis

Satu penyakit yang umum ditularkan ke manusia dari hewan ternak adalah taeniasis. Kondisi ini dapat dimengerti sebagai infeksi usus. Taenasis disebabkan oleh cacing pita dewasa yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui konsumsi daging sapi atau daging babi yang kurang matang, atau bahkan mentah.

Kondisi daging seperti ini masih terdapat bentuk kistik yang berisi larva cacing pita. Larva kistik yang masuk ke dalam tubuh manusia akan berkembang biak di otot, kulit, mata, dan sistem saraf pusat. Penderita taeniasis akan mengeluarkan telur cacing melalui tinja yang kemudian dapat mengontaminasi lingkungan.

Selain itu, telur cacing yang tertelan dapat berkembang di susunan saraf pusat pada otak dan mengakibatkan epilepsi. Kondisi ini disebut sistikersosis. Penyakit ini ditandai dengan kejang-kejang, sakit kepala berlebihan, demensia, meningitis, kebutaan, atau hidrosefalus.

***

Itulah beberapa penyakit yang biasa datang dari hewan ternak. Jika Anda merupakan salah seorang yang kerap berinteraksi dengan hewan ternak, selalu perhatikan kondisi hewan dan kebersihan lingkungan. Jangan sampai Anda atau keluarga terserang brucellosis atau penyakit yang berasal dari ternak lainnya.