4 Jenis Obat yang Diteliti untuk Menyembuhkan Corona

Berdasarkan uji coba, Remdesivir meningkatkan waktu pemulihan pasien Covid-19 sekitar 31% lebih cepat

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat atau FDA disebut telah menyetujui pemakaian obat darurat yang diproduksi Gilead Sciences yakni Remdesivir untuk pasien virus corona yang sudah mengalami gejala parah. Ternyata terdapat empat jenis obat corona yang masih dalam tahap penelitian selain remdisivir untuk menyembuhkan pasien yang terinfeksi virus corona.

Sebagai salah satunya Remdesivir merupakan anti-virus yang ditujukan untuk mengurangi waktu pemulihan pasien COVID-19. Melalui pemerintah Amerika Serikat, perusahaan yang membuat Remdesivir telah mengekspor obat tersebut dan telah tersedia untuk para pasien virus corona yang berada di Amerika Serikat.

Jenis Obat Corona

  • Remdesivir

Remdesivir juga merupakan vaksin antivirus yang dikembangkan perusahaan bioteknologi yang berbasis di Amerika Serikat, Gilead Sciences. Obat ini memiliki kode pengembangan GS-5734 yang masuk ke analog nukleotida, termasuk disintesis dalam beberapa turunan ribosa. Vaksin ini diklaim mampu mengobati pasien COVID-19 yang telah dalam kondisi parah.

Pasien yang mengonsumsi obat ini disebut memiliki waktu pemulihan yang lebih cepat ketimbang pasien COVID-19 yang hanya mendapatkan plasebo. Hal ini diungkap oleh The US National Institute of Allergy and Infections Disease (NIAID). Remdesivir adalah produk analog nukleotida yang juga dipakai untuk mengatasi infeksi Ebola dan virus marburg di tahun 2013-2016.

Pasien dalam kondisi parah disebut bisa sembuh empat hari lebih cepat dari waktu pemulihan pada umumnya. Rata-rata waktu pemulihan pasien yang menggunakan obat ini adalah 11 hari, sementara itu pasien yang tidak menggunakan obat ini dan hanya diobati dengan plasebo harus membutuhkan waktu pemulihan selama 15 hari.

  • Avigan

Obat ini juga disebut dengan nama Favipiravir merupakan obat dari Jepang yang dikembangkan oleh perusahaan Jepang, Fujifilm Toyama Chemical. Avigan diproduksi oleh Zheijang Hisun Pharmaceutical, pada dasarnya obat ini dikembangkan untuk mengobati virus influenza, meski demikian obat ini diakui sebagai pengobatan eksperimental untuk pasien corona.

Live Science menyebutkan bahwa Avigan secara khusus dipakai untuk mengobati virus RNA, virus SARS-CoV-2 yang menjadi penyebab adanya COVID-19 dengan materi genetik utama RNA dan bukan DNA. Avigan ini disebut mampu menghentikan replikasi virus dengan melumpuhkan enzim yang dinamakan RNA Polimerase.

  • Klorokuin

Memiliki nama ilmiah chloroquine, Klorokuin merupakan senyawa sintetis atau kimiawi yang memiliki struktur sama dengan quine sulfate. Bahan kimia ini berasal dari ekstrak kulit batang pohon kina yang merupakan obat bagi pasien penyakit malaria. Klorokuin menjadi salah satu senyawa yang dianggap sebagai kandidat antivirus untuk COVID-19.

Penelitian terkait penggunaan obat ini telah dilakukan di Wuhan Insitute of Virology dari Chinese Academy of Sciences. Dilakukan oleh ahli virologi Manli Wang bersama tim dan telah dipublikasikan dalam Jurnal Nature. Hasil dari penelitian awal terhadap antivirus ini adalah klorokuin mampu menghambat kemampuan virus baru menginfeksi dan tumbuh di dalam sel.

  • Lopinavir dan Ritonavir

Selain Remdesivir dan Klorokuin sebagai obat yang direkomendasikan WHO, terdapat satu jenis obat lain lagi yang tengah diuji sebagai obat corona. Lopinavir dan ritonavir menjadi obat kombinasi yang disebut bekerja dengan baik untuk melawan virus HIV. Kombinasi kedua obat ini bekerja langsung pada protein inti virus yang dinamakan dengan protoase.

Lopinavir dan ritonavir merupakan kombinasi dua bahan yang sama seperti remdesivir, yakni kedua bahan ini berhasil diuji pada tikus. Obat ini dengan remdesivir sama-sama mampu untuk melawan SARS-CoV-2 di tikus meskipun belum dilakukan pengujian pada manusia.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>