Categories
Obat

Sakit Menstruasi? Gunakan Obat Nyeri Haid Saat Tertentu

Rasa sakit ketika “tamu bulanan” datang dialami oleh hampir 75% perempuan. Hanya saja, tidak lantas Anda bisa langsung meminum obat nyeri haid tiap kali periode menstruasi datang guna mencegah rasa sakit itu datang. Nyatanya rasa sakit yang timbul akibat menstruasi masih bisa ditoleransi oleh banyak orang, tanpa harus menggunakan obat nyeri haid sebagai peredanya.

Saat ini memang banyak obat nyeri yang bisa dijadikan alternatif untuk mengurangi rasa sakit ketika haid dan bisa dibeli bebas. Contohnya seperti ibuprofen ataupun paracetamol. Akan tetapi, penggunaan obat kimia yang terlalu sering tanpa resep dokter tetap tidak dianjurkan.

Jika rasa sakit yang Anda alami sudah tergolong sangat mengganggu, pada saat itulah Anda bisa mengonsumsi obat nyeri haid. Namun pada umumnya, hanya sekitar 30% perempuan yang mengalami sakit berlebih ketika haid. Gejala-gejala sakit berlebih ketika menstruasi datang contohnya di bawah ini.

  • Nyeri Berkelanjutan

Umumnya nyeri haid hanya dialami pada hari-hari awal ketika periode menstruasi datang. Namun dalam beberapa kasus, nyeri haid yang umumnya terasa di perut bagian bahwa dapat terasa hingga berhari-hari dan mengganggu seluruh aktivitas Anda.

Cobalah hitung sudah berapa nyeri haid Anda alami. Jika sudah lebih dari 3 hari, inilah waktu yang tepat untuk meminum obat nyeri haid yang umumnya dijual bebas. Jika tidak kunjung mereda, cobalah memeriksakan diri ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

  • Nyeri Menjalar

Daerah yang terasa nyeri ketika periode menstruasi datang umumnya berada di perut kiri bagian bawah. Namun untuk beberapa orang, rasa nyeri akibat haid tidak hanya terasa di sana. Rasa sakit terbukti menjalar hingga ke daerah punggung sampai paha.

Rasa nyeri yang menjalar bisa saja membuat Anda terpaksa hanya terbaring sepanjang hari. Jika kondisinya seperti ini, tidak ada salahnya Anda mengonsumsi obat nyeri haid guna bisa beraktivitas lebih normal.

  • Kram Perut Parah

Nyeri haid berlebih yang dirasakan oleh sekitar 30% perempuan yang sudah menstruasi dapat dikategorikan sebagai dismenore. Pada kasus tersebut, rasa sakit akibat periode menstruasi tidak hanya terasa nyeri. Lebih daripada itu, sakit yang terasa berupa kram yang sangat parah.

Kram parah di bagian perut pada perempuan yang sedang haid dikenal dengan istilah dismenore. Untuk beberapa kasus yang cukup ringan, penggunaan kompres air hangat bisa membantu menguragi gejalanya. Namun, ada juga yang tidak mempan sehingga harus mengonsumsi obat nyeri haid untuk sedikit mengurangi rasa sakit yang dialami.

  • Muntah-muntah

Kata siapa haid hanya menimbulkan rasa nyeri yang membuat badan menjadi kurang fit? Pada beberapa kasus yang mengalami rasa sakit parah, rasa sakit akibat menstruasi bisa sampai memicu muntah-muntah.

Kondisi ini disebabkan nyeri yang berlebihan di bagian perut sehingga memicu masalah pencernaan. Pengurangan sakit dengan obat nyeri haid dapat menjadi salah satu opsi guna bisa mengurangi gejala muntah-muntah yang dialami.

  • Buang Air Besar Berlebihan

Buang air besar berlebihan atau diare juga bisa terjadi pada orang yang sedang menstruasi. Kembali lagi kondisi tersebut terjadi karena rasa sakit berlebih di area perut yang menyebabkan masalah pencernaan.

Jika kondisinya sudah sampai tahap ini, Anda mesti memastikan diri untuk selalu terhidrasi agar tubuh tidak kekurangan cairan akibat haid dan diare. Pastikan juga untuk melakukan penanganan tepat menggunakan obat nyeri haid guna mengurangi gejala diare yang dialami.

***

Obat nyeri haid bisa menjadi penyelamat apabila kondisi sakit yang Anda alami sudah sulit ditoleransi. Namun jika tidak kunjung membaik setelah meminum obat, cobalah untuk berkonsultasi medis ke dokter guna mendapatkan penanganan yang lebih tepat. Karena walaupun hanya disebut nyeri haid, jangan anggap remeh adanya ancaman penyakit lain jika memang gejalanya terus berlebihan.