Categories
Kesehatan Mental

Episode Manik (Gangguan Bipolar): Gejala dan Pengobatannya

Episode manik bukanlah merupakan gangguan itu sendiri, melainkan bagian dari gangguan bipolar. Orang yang mengalami gangguan bipolar akan mengalami perubahan suasana hati yang berlangsung selama beberapa minggu atau bulan, di antara episode manik dan episode depresi. Lantas, apa yang dimaksud dengan episode manik? Bagaimana pula cara mengatasinya?

Apa itu episode manik? 

Episode manik adalah keadaan emosional yang terjadi setidaknya dalam satu periode selama satu minggu di mana suasana hati Anda jadi meningkat, sensitif, atau mudah tersinggung. Umumnya, seseorang yang mengalami episode manik akan melakukan sesuatu di luar dari aktivitas normalnya. Mereka cenderung menggambarkan perasaan yang sangat gembira, merasa sedang di puncak dunia, dan merasa mampu melakukan apapun. Bisa dikatakan, semacam perasaan optimisme yang ekstrim.

Terkadang, penderita juga lebih mudah tersinggung, terutama jika keinginannya dibatasi atau ditolak sama sekali. Perubahan mood ini sering ketahuan oleh orang-orang terdekatnya, karena tidak sesuai dengan perilaku biasanya. Dengan kata lain, orang di sekitar penderita bisa dengan mudah mengenali penderita ketika mengalami episode manik ini.

Gejala 

Untuk mendiagnosis seseorang mengalami episode manik, tiga atau lebih gejala berikut ini harus ada, yaitu: 

  • Harga diri yang meningkat.
  • Kebutuhan untuk tidur berkurang, misalnya tidur hanya 3 jam.
  • Lebih banyak bicara dari biasanya atau terus-menerus berbicara.
  • Pikiran saling berpacu berdasarkan ide atau pengalaman yang bersifat subjektif.
  • Perhatiannya mudah tertuju pada sesuatu yang tidak penting atau tidak relevan.
  • Peningkatan aktivitas, baik secara sosial, di tempat kerja, sekolah, ataupun seksual (agitasi psikomotor).
  • Terlibat berlebihan dalam aktivitas menyenangkan yang dapat menimbulkan konsekuensi buruk, misalnya belanja yang tidak terkendali atau investasi bodong.

Sering kali, orang yang mengalami gangguan bipolar ini sedang terlibat dalam banyak proyek pada waktu yang sama. Akibatnya, mereka jadi kurang mengaturnya dengan baik, sehingga tidak dapat menyelesaikan proyek tersebut. Ini juga yang membuat penderitanya kurang tidur atau istirahat.

Pengobatan 

Kabar baiknya, gangguan bipolar bisa diobati. Beberapa pengobatan yang mungkin diberikan dokter untuk meringankan gejala gangguan bipolar seseorang adalah:

  1. Obat-obatan, seperti obat antipsikotik, obat tidur, atau obat penstabil mood.
  2. Terapi, seperti terapi keluarga, terapi perilaku kognitif, dan terapi perilaku dialektik.

Orang dengan gangguan bipolar mungkin akan mencari pertolongan ketika mereka mengalami depresi. Jadi, penting untuk memberi tahu dokter tentang riwayat gejala manik yang mungkin Anda alami. Hal ini dikarenakan jika dokter meresepkan antidepresan, sementara Anda mungkin mengalami episode manik, antidepresan tersebut dapat memicu gejala episode manik. 

Tim profesional kesehatan juga harus saling bekerja sama untuk mengevaluasi mania bipolar, terutama jika penderita memiliki riwayat gangguan tiroid. Ini akan memengaruhi pengobatan yang diberikan dokter nantinya.

Jika episode manik tidak diobati, kondisi ini bisa berlangsung selama 2 – 4 bulan, sedangkan depresi bisa berlangsung delapan bulan atau lebih. Bahkan, bisa terjadi lebih sering atau lebih lama dari ini.

Pencegahan

Gangguan bipolar tidak bisa dicegah, tetapi dengan pengobatan, episode manik dapat dicegah dan depresi setidaknya berkurang. Selain itu, rajin konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional sejak dini akan meringankan gejala gangguan bipolar yang Anda alami. 

Episode manik atau mania bipolar mungkin bisa menjadi hal yang menakutkan. Memang benar, bahwa episode manik atau depresi bisa kambuh setelah bertahun-tahun. Pengobatan mungkin perlu disesuaikan lagi dengan gejala dan kondisi Anda saat ini. Namun,  Anda harus yakin bahwa dengan menjalani perawatan yang tepat dan selalu berpikir positif, Anda bisa mendapatkan kembali kehidupan yang seimbang dan produktif.

Categories
Kesehatan Mental

Inilah 6 Cara Menghilangkan Dendam Untuk Mendamaikan Hati!

Setiap orang punya masalahnya sendiri, entah itu soal pekerjaan, finansial, relationship, sosial, maupun dengan keyakinannya. Emosi yang dihasilkan sangat beragam, mulai dari sedih, kecewa, putus asa, hingga muncul perasaan dendam. Terlebih saat kita sakit hati hingga meninggalkan bekas yang sulit dihilangkan begitu saja, terutama jika penyebabnya merugikan diri kita.

Dendam yang dipelihara dalam diri seseorang dapat merusak kesehatan mentalnya, bahkan dapat menyebabkan depresi. Oleh sebab itu, penting sekali untuk menenangkan dan mendamaikan suasana hati dengan melakukan beberapa cara menghilangkan dendam di bawah ini.

6 Cara menghilangkan dendam untuk hati yang damai

Anda dapat berakhir dengan depresi berat jika berlarut-larut menyimpan dendam di dalam hati. Cobalah lakukan 6 cara menghilangkan dendam berikut ini, agar hati lebih tenang, damai, dan bahagia.

  1. Mengakui masalahnya.

Cari tahu apa yang menjadi penyebab Anda menjadi dendam terhadap hal tersebut. Dengan mengetahui alasannya, Anda akan tahu jalan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Saat Anda lebih terbuka dalam melihat masalah sebenarnya yang sedang terjadi, Anda pun dapat membuat keputusan tentang langkah apa yang harus diambil, agar bisa keluar dari masalah tersebut.

  1. Sharing dengan orang yang Anda percayai.

Terkadang, dendam itu muncul saat masalah tidak sepenuhnya dikonfrontasi. Cobalah untuk tidak menghakimi diri sendiri atau orang lain, dan klarifikasi perasaan Anda tentang situasi tersebut. Setelah itu, baru putuskan apakah hal tersebut memang ingin Anda selesaikan sendiri atau butuh orang lain yang terlibat untuk menyelesaikannya. 

Anda bisa menceritakan permasalahan Anda ke teman, sahabat, atau keluarga terdekat ketika Anda siap. Walaupun belum tentu mendapatkan solusinya, tetapi setidaknya Anda akan merasa lega, karena beban di hati dan pikiran dapat berkurang. 

  1. Bayangkan posisi Anda di pihak sebelah.

Terkadang, untuk memahami tentang orang lain, cobalah menempatkan diri Anda pada posisinya. Hal ini akan memberi Anda pemahaman yang lebih baik tentang sudut pandang dan perilaku mereka. Mungkin saja, orang yang Anda musuhi sangat menderita  atau kesakitan. 

Perlu dicatat bahwa cara menghilangkan dendam ini bukanlah untuk membenarkan negativitas mereka, tetapi untuk membantu Anda lebih memahaminya. Semakin Anda memahami orang lain dan perilakunya, semakin mudah untuk Anda menghilangkan rasa dendam.

  1. Memaafkan dengan sepenuh hati.

Ini adalah pilihan penyembuhan Anda sendiri, mau memaafkan atau tidak. Berharap orang duluan yang akan meminta maaf mungkin hanya akan membuat Anda kesal. Bisa saja, orang tersebut juga sedang menghadapi banyak masalah, sehingga tidak terlalu memikirkannya. Maka dari itu, akan lebih baik jika Anda move on dan menganggap hal tersebut bagian dari masa lalu. 

Hal yang harus Anda pahami juga adalah meskipun orang tersebut tidak meminta maaf, bukan berarti tidak ada rasa penyesalan. Beberapa orang tidak meminta maaf mungkin tidak sepenuhnya menyadari bahwa orang yang mereka sakiti perlu mendengarnya.

  1. Jangan terlalu dipikirkan.

Setelah Anda memutuskan untuk move on, teruslah bergerak. Jangan memikirkan hal yang telah menjadi masa lalu atau mengungkitnya kembali. Hal ini hanya akan memperburuk keadaan dan membuat Anda semakin sulit terlepas dari rasa dendam. Jika Anda terlibat dalam pembicaraan yang memancing masa lalu tersebut, ubahlah topik pembicaraan atau anggap sebagai angin lalu.

  1. Ambil hikmahnya.

Setiap hal buruk yang terjadi, pasti ada hikmah yang dapat dipetik. Hal ini bisa dijadikan sebagai pengalaman belajar untuk bekal Anda menghadapi permasalahan ke depannya. Ini adalah cara menghilangkan dendam yang baik, karena dapat membantu Anda melepaskan masalah dan tidak membenci orang lain.

Inilah 6 cara menghilangkan dendam yang dapat Anda lakukan, sehingga hati menjadi lebih damai dan tenteram. Ingatlah, dendam yang berkepanjangan hanya akan menguras fisik dan emosional, dan akhirnya memengaruhi kesehatan Anda. Ujung-ujungnya, orang yang menyimpan dendam akan selalu lebih menderita. Oleh sebab itu, lepaskanlah diri Anda dari rasa dendam dengan melakukan hal-hal positif di atas. Selamat mencoba!

Categories
Kesehatan Mental

Selain Berdampak Negatif, Ini Dampak Positif Internet

waspadai dampak negatif internet

Semua aktivitas sehari-hari masyarakat atau seseorang nyaris bergantung dengan keberadaan internet, mulai dari sektor pendidikan, ekonomi, politik, sosial hingga budaya didukung oleh internet. Dampak positif pun didapat seseorang yang mengakses internet untuk keperluan mereka, tetapi juga tidak sedikit dampak negatif internet yang justru dimanfaatkan banyak masyarakat.

Dampak positif internet memang dirasakan oleh berbagai pihak dan kalangan, salah satu yang menjadi acuan adalah kecepatan dan kemudahan dalam menyelesaikan tujuan seperti tugas dan pekerjaan. Meski demikian, tak dapat dipungkiri jika internet juga bisa membawa dampak buruk bagi pemakainya, bisa itu orang dewasa maupun anak kecil atau remaja.

Dampak Negatif Internet

  • Konten Dewasa

Bahaya internet memang erat dikaitkan dengan konten dewasa, konten ini bisa berupa video, gambar dan lain sebagainya. Internet sebagai media mampu memberi peluang terhadap setiap orang untuk mengunduh, melihat dan juga memperdagangkan pornografi. Internet tak hanya berisi soal bisnis yang menjanjikan bagi seseorang tetapi lebih dari itu.

  • Tersebar Berbagai Informasi Palsu

Informasi palsu atau juga hoaks sangat mudah tersebar luas di internet, informasi ini tentu membahayakan bagi semua orang. Khususnya di kalangan yang belum terlalu paham mengenai informasi yang beredar. Terdapat kemungkinan bahwa informasi palsu lebih menakutkan ketimbang pembunuhan karena efeknya muncul dalam jangka panjang.

  • Sisi Kekejaman

Kompleksnya berbagai informasi yang terdapat di internet dengan berbagai situs yang menampilkan informasi beragam, termasuk salah satunya mengarah kepada kekejaman. Informasi seperti demikian tidak layak untuk diberitakan ke masyarakat atau orang lain karena mampu membuat trauma dan dianggap tabu oleh sebagian orang.

  • Penipuan

Inspirasi binis yang beredar di internet membuat segala hal bisa terjadi, salah satu contohnya adalah maraknya penipuan yang merugikan sebagian besar orang. Bagi masyarakat yang ingin mencari inspirasi bisnis yang menguntungkan harus memastikan apakah bisnis yang beredar di internet itu terpercaya atau sebatas penipuan.

Dampak Positif Internet

  • Wadah Ilmu Pengetahuan

Berbagai informasi yang ada di dalam internet membuat banyak orang menjadi lebih tahu segala hal karena bertambahnya ilmu pengetahuan dari informasi tersebut. Bahkan semua bidang di seluruh dunia bisa ditemukan masyarakat hanya lewat internet, perkembangannya tak hanya khusus pelajar dan mahasiswa tetapi juga masyarakat umum.

  • Media Komunikasi

Alat komunikasi di era teknologi seperti sekarang membuat siapa saja mampu berkomunikasi dengan pengguna internet lain yang ada di seluruh penjuru dunia. Informasi yang dibutuhkan tersedia dan mudah untuk didapatkan, informasi ini bahkan sangat cepat untuk diakses karena teknologi yang semakin berkembang.

  • Cari Lowongan Pekerjaan

Tak hanya informasi dan wawasan ilmu pengetahuan yang bisa didapatkan dari internet, masyarakat luas bisa mencari informasi mengenai lowongan pekerjaan. Ini tentu sangat membantu bagi seseorang yang belum memiliki pekerjaan dan ingin terjun di dunia kerja, internet membuat masyarakat lebih mudah memasukkan surat lamaran atau sekadar mencari info loker.

  • Bidang Kesehatan

Dampak negatif internet dalam bidang kesehatan memunculkan berbagai macam penyakit, salah satunya dari radiasi perangkat elektronik yang bisa merusak penglihatan. Selain itu, perangkat seperti gadget juga mampu memberi efek kecanduan yang mengakibatkan gangguan kesehatan terutama masalah penglihatan.

Akan tetapi, sisi positif internet untuk bidang kesehatan adalah munculnya berbagai macam aplikasi kesehatan yang dapat diunduh secara gratis. Biasanya digunakan sebagai pengatur gaya hidup, pola makan, olahraga dan konsultasi kesehatan dengan dokter ahli.

Categories
Kesehatan Mental

Penyebab dan Gejala Gangguan Panik

Gangguan panik terjadi ketika Anda mengalami serangan panik tak terduga dan berulang. DSM-5 mendefinisikan serangan panik sebagai gelombang rasa takut dan ketidaknyamanan yang intens dan tiba-tiba yang dapat memuncak dalam waktu beberapa menit saja. Orang-orang dengan gangguan ini hidup dalam ketakutan memiliki serangan panik. Anda dapat memiliki serangan panik ketika Anda tiba-tiba merasa takut luar biasa yang tidak memiliki sebab pasti. Gejala fisik dari gangguan panik seperti detak jantung yang cepat, kesulitan bernapas, dan berkeringat.

Kebanyakan orang mengalami serangan panik satu atau dua kali dalam hidup mereka. Asosiasi Psikologi Amerika melaporkan bahwa 1 dari 75 orang akan mengalami gangguan panik. Gangguan panik memiliki dikarakterisasikan sebagai rasa takut terhadap serangan panik setelah Anda mengalami kekhawatiran terhadap munculnya kembali serangan panik selama satu bulan terus menerus. Meskipun gejala dari kondisi ini dapat sangat menakutkan, gangguan panik dapat diatasi dengan perawatan yang tepat. Mencari bantuan atau perawatan merupakan bagian penting dalam mengurangi gejala serta meningkatkan kualitas hidup seseorang.

Apa saja gejala gangguan panik?

Gejala gangguan panik biasanya akan bermula saat seseorang menginjak masa remaja atau pada mereka yang berumur di bawah 25 tahun. Apabila Anda pernah memiliki 4 kali atau lebih serangan panik, atau Anda hidup dalam ketakutan memiliki serangan panik setelah Anda merasakannya, kemungkinan besar Anda memiliki gangguan panik. Serangan panik menciptakan rasa takut yang intens yang terjadi dengan tiba-tiba, dan terkadang tanpa peringatan apapun. Serangan tersebut biasanya akan memakan waktu 10 hingga 20 menit, namun dalam kasus-kasus yang ekstrim, gejala dapat terjadi selama lebih dari 1 jam. Pengalaman serangan panik ini berbeda-beda dari individu yang satu dengan yang lainnya, dengan gejala yang umumnya beragam.

Gejala umum yang dihubungkan dengan serangan panik di antaranya adalah palpitasi detak jantung yang cepat, sesak napas, perasaan Anda terceking, pusing, kepala terasa ringan, mual, berkeringat, menggigil, perubahan kondisi mental, mati rasa atau kesemutan pada tangan dan kaki, rasa sakit pada dada, dan rasa takut Anda akan mati. Gejala serangan panik ini sering terjadi tanpa adanya sebab yang jelas. Biasanya, gejala tersebut tidak sepadan dengan tingkat “bahaya” yang ada di sekitar Anda. Karena serangan panik ini tidak dapat diprediksi, kondisi ini dengan sangat signifikan dapat memengaruhi fungsi kehidupan sosial dan emosional seseorang. Dengan rasa takut serangan panik malah akan menimbulkan serangan panik baru.

Penyebab dan faktor risiko gangguan panik

Penyebab gangguan panik tidak diketahui/dimengerti dengan pasti. Namun, penelitian menunjukkan bahwa gangguan panik memiliki hubungan dengan faktor genetik. Gangguan panik juga dihubungkan dengan perubahan-perubahan yang terjadi di hidup Anda. Pindah ke kota baru, menikah, dan memiliki anak pertama merupakan transisi besar yang dapat menciptakan stres dan memicu perkembangan gangguan panik di kemudian hari.

Meskipun penyebab gangguan panik tidak begitu dimengerti, informasi mengenai kondisi ini mengindikasikan bahwa beberapa grup memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menderita gangguan panik. Menurut Institut Kesehatan Mental Nasional, perempuan memiliki kemungkinan dua kali lebih besar dalam menderita kondisi ini dibandingkan dengan laki-laki.

Sayangnya, gangguan panik tidak mungkin untuk dicegah. Namun, Anda dapat berusaha mengurangi gejala yang ditimbulkan dengan menghindari alkohol dan pemicu lain seperti alkohol dan obat-obatan terlarang. Penting untuk diingat bahwa Anda menderita gejala kecemasan akibat kejadian hidup yang mengganggu dan penuh stres. Bicarakan dengan penyedia layanan kesehatan mental Anda apabila Ada merasa terganggu akan sesuatu yang Anda alami.

Categories
Kesehatan Mental

Apakah Sindrom Asperger termasuk Autisme?

Tahun lalu, penyanyi Robbie Williams membuat kabar mengejutkan dengan mengaku sebagai pengidap sindrom Asperger. Pengakuan ini membuat banyak penggemarnya bertanya, apakah Asperger Syndrome itu?

Diambil dari nama dokter anak yang pertama kali mengidentifikasi ini, yaitu Hans Asperger dari Austria pada 1944, sindrom ini merupakan kelainan pertumbuhan karakter anak, yang terlihat dari kesulitan anak berinteraksi sosial dan berkomunikasi nonverbal, serta memiliki ketertarikan pada pola yang berulang. Sindrom ini membuat anak tersebut kesulitan berinteraksi dengan lingkungannya. Biasanya, anak dengan Asperger juga cenderung ceroboh secara fisik, seperti sering menjatuhkan benda yang dipegang atau menumpahkan minuman.

Lebih dikenal hanya dengan Asperger, sindrom ini tergolong autisme spectrum disorder (ASD) tingkat rendah. Anak dengan Asperger bisa dibedakan dengan anak dengan autisme lain lewat tingkat kecerdasan dan penguasaan bahasa yang relatif lebih tinggi. Kemampuan bahasa dan inteligensi yang relatif normal itu kerap membuat gejala asperger sulit terdeteksi. Perlu pengamatan jeli orang tua untuk mendapati gejala anak dengan asperger, yang bisa didapati mulai anak berumur dua tahun.

Kesulitan anak berinteraksi secara sosial dapat dilihat dengan ketiadaan kontak mata saat berbicara, canggung di tengah orang banyak, gugup saat berbicara, sulit merespon pertanyaan. Tanda lain yang bisa orang tua curigai adalah anak hanya menunjukkan emosi. Misalnya cuma tersenyum pada situasi yang membuat anak-anak seumurnya tertawa, serta nada bicara yang terus menerus datar.

Mengidentifikasi anak dengan asperger juga bisa dilihat dari perangainya. Mereka memiliki ketertarikan yang terbatas. Namun, begitu suka akan satu hal, dia akan terus mengulang kesukaannya itu. Mereka menyukai gerakan repetitif. Anak dengan asperger juga cenderung hipersensitif, misalnya terhadap cahaya, suara, rasa, dan lainnya.

Jika orang tua mendapati serangkaian gejala itu, sebaiknya memeriksakan anak ke psikolog. Kalau terbukti positif, perawatan bisa dilakukan dengan pelatihan keterampilan sosial, misalnya berinteraksi dengan orang lain dan mengekspresikan diri dengan lebih tepat. Terapi bicara yang biasa diterapkan pada anak dengan autisme lebih difokuskan pada peningkatan keterampilan berkomunikasi dengan orang lain, termasuk kontak mata dan mengontrol volume suara. Sindrom ini biasanya tidak membutuhkan obat. Namun, pada kondisi tertentu, dokter dapat memberi resep antipsikotik dan obat stimulan.

Meski tergolong kelainan pertumbuhan, sindrom asperger membuat anak memiliki kelebihan dibanding sebayanya. Misalnya, memiliki fokus dan ketekunan tinggi, berbakat dalam mengenali pola, dan memiliki perhatian yang tinggi terhadap detail.

Categories
Kesehatan Mental

Manfaat Mengejutkan Bergerak untuk Kesehatan Mental

Kita semua tahu bahwa perasaan dan kondisi mental bisa memengaruhi gerakan tubuh. Lalu bagaimana sebaliknya? Apakah bergerak bisa memengaruhi perasaan? Jawabannya, bisa. Misalnya ketika Anda merasa lelah dan sedih, tubuh pun akan terasa berat untuk digerakkan. Saat merasa cemas, seseorang akan cenderung bergerak sembarangan atau justru tidak bergerak sama sekali.

Hubungan Gerakan Tubuh dengan Kesehatan Mental Seseorang

Baru-baru ini, sebuah studi menunjukkan bahwa hubungan otak dengan tubuh adalah hubungan dua arah. Artinya, saat salah satu bagian melakukan sesuatu, yang lain akan bereaksi. Olahraga misalnya, terbuktik mampu mengatasi masalah mood akut.

Melakukan aerobik secara rutin akan mengurangi kecemasan karena saat itu otak akan dipaksa untuk ‘berperang’. Ketika seseorang berada dalam kecemasan tinggi, perubahan fisiologis dari sesuatu yang mereka takuti seperti aktivitas yang menyebabkan detak jantung menjadi cepat akan membuat mereka lebih kebal dari gejala-gejala kecemasan.

Olahraga teratur seperti bersepeda atau latihan aerobik, resistensi, fleksibilitas, dan latihan keseimbangan yang Anda lakukan di tempat fitnes juga dapat mengurangi gejala depresi. Latihan semacam ini bisa sama efektifnya dengan obat dan psikoterapi. Olahraga teratur dapat meningkatkan mood dengan meningkatkan protein otak yang disebut BDNF yang membantu kesehatan saraf.

Bagi orang-orang yang menderita ADHD (attention-deficit disorder), ada penelitian lain yang menunjukkan bahwa satu kali 20 menit latihan bersepeda bisa mengurangi gejala penyakit. Latihan semacam ini bisa meningkatkan motivasi penderita untuk melakukan kegiatan yang membutuhkan fokus serta meningkatkan energi. Ini juga bisa mengurangi perasaan bingung dan lelah dari orang-orang yang depresi.

Gerakan meditasi yang cenderung tidak intens pun ternyata bisa mengurangi gejala depresi. Ini merupakan gerakan yang membuat Anda fokus pada sensasi tertentu pada tubuh Anda (dalam hal ini seperti perubahan detak jantung dan pernapasan). Melakukan yoga jugadapat mengurangi gejala seseorang yang menderita pasca-trauma. Mengubah posisi tubuh, mengatur pernapasan dan ritme gerak ternyata terbukti bisa mengubah kondisi di otak sehingga stres, depresi dan kecemasan bisa teratasi sedikit demi sedikit.

Manfaat Mengejutkan dari Sinkronisasi Gerakan

Latihan fisik dan gerakan meditasi hanya beberapa contoh kegiatan yang bisa Anda lakukan sendiri. Bayangkan saja, tanpa bantuan siapapun, Anda bisa memperbaiki mood Anda sendiri. Penemuan lain yang tak kalah mengejutkan adalah bagaimana gerakan yang selaras dengan orang lain juga bisa meningkatkan kepercayaan diri Anda.

Tubuh dan pikiran adalah satu kesatuan. Meskipun otak dianggap sebagai pengontrol tubuh, cara tubuh kita bergerak juga memengaruhi perasaan, cara Anda berpikir dan memandang sesuatu.

Terapi gerakan saat ini sering digunakan untuk menyembuhkan orang-orang dengan masalah kecemasan dan depresi. Jika Anda merasa terlalu lelah mengendalikan pikiran dengan berfokus pada sesuatu yang positif, bergerak dengan olahraga, sekadar berjalan-jalan atau melakukan gerakan bersama-sama dengan orang lain bisa membantu Anda mengatasi masalah kecemasan yang muncul.