Categories
Kesehatan Wanita

Makan Timun Saat Hamil, Berbahayakah? Ini Penjelasannya

fakta seputar makan timun saat hamil

Asupan makanan dan minuman bagi ibu hamil perlu untuk lebih diperhatikan. Pasalnya, segala sesuatu yang dikonsumsi oleh ibu, akan secara otomatis dikonsumsi oleh janin. Ibu hamil mungkin pernah mendengar mitos tentang makan timun saat hamil dapat membahayakan kesehatan janin. Sebelum Anda memutuskan untuk mempercayai mitos tersebut atau tidak, mari simak penjelasannya di bawah ini. 

Boleh atau tidak makan timun saat hamil?

Jika pertanyaannya seperti di atas, maka jawaban ‘ya’ cukup dapat menjawab. Namun, ‘ya’ ini tentunya diikuti dengan berbagai kondisi, seperti makan timun saat hamil dalam porsi yang kecil dan tidak berlebihan. 

Memang, timun bukanlah makanan yang paling banyak direkomendasikan untuk gizi ibu hamil, karena berisiko menimbulkan alergi dan beberapa efek samping lain. Efek samping seperti apa yang dapat timbul dari makan timun saat hamil?

  • Risiko alergi

Memang, risiko alergi ini tidak berlaku untuk setiap ibu hamil yang makan timun saat hamil. Namun, dalam beberapa kasus tertentu, ibu yang makan timun saat hamil mengalami reaksi alergi, seperti gatal dan munculnya pembengkakan pada bagian tubuh tertentu.

  • Perut cenderung bergas

Makan timun saat hamil dapat meningkatkan risiko perut bergas. Biasanya, perut bergas ini ditandai dengan sendawa dalam intensitas yang cukup sering dan timbulnya rasa tidak nyaman pada sistem pencernaan.

  • Risiko mengalami keracunan

Makan timun saat hamil tidak disarankan, karena memang timun memiliki kandungan yang berisiko berubah menjadi racun, seperti cucurbitacins dan tetracyclic triterpenoids, yang dapat mengancam nyawa jika dikonsumsi dalam porsi yang berlebihan.

  • Keinginan untuk selalu buang air kecil

Efek samping lain dari makan timun saat hamil, yaitu memicu keinginan untuk selalu buang air. Bukan tanpa alasan, timun memang memiliki kandungan air yang tinggi, sehingga jika dikonsumsi dalam jumlah yang banyak, berisiko membuat ibu hamil lebih sering buang air kecil.

  • Memicu hiperkalemia

Hiperkalemia adalah sebutan untuk kondisi yang merujuk pada tingginya kadar kalium dalam darah. Hiperkalemia biasanya ditandai dengan perut kembung dan kram perut. Dalam kasus tertentu, hiperkalemia dapat mengganggu fungsi ginjal. 

Lalu, apakah ada cara aman untuk makan timun saat hamil?

Jika memang dokter memperbolehkan ibu hamil mengonsumsi timun, tentunya dokter telah menetapkan porsi aman timun yang dapat dimakan. Selain itu, ibu hamil juga perlu berhati-hati sebelum makan timun, seperti mencuci dan mengupas timun terlebih dulu. Ibu hamil perlu menghindari untuk makan timun yang dijual secara potongan. Pasalnya, timun dalam kondisi ini memiliki risiko kontaminasi zat atau mikroba berbahaya yang cukup tinggi.

Ketika timun telah dicuci dan dikupas, pastikan bahwa timun tersebut dipotong terlebih dulu, sehingga ibu hamil dapat memerhatikan porsi timun yang disantap. Umumnya, makan timun saat hamil dijadikan sebagai pendamping santapan berat, sebagai snack atau smoothies

Khusus untuk ibu hamil dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti di bawah ini, makan timun saat hamil sangat tidak direkomendasikan, karena dapat memperparah kondisi kesehatan.

  • Mengalami penyakit asam lambung
  • Pielonefritis atau infeksi pada ginjal
  • Gastritis
  • Hepatitis
  • Kolitis
  • Nefritis kronis yang merupakan peradangan pada unit fungsional ginjal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *