Categories
Kesehatan Mental

Manfaat Mengejutkan Bergerak untuk Kesehatan Mental

Kita semua tahu bahwa perasaan dan kondisi mental bisa memengaruhi gerakan tubuh. Lalu bagaimana sebaliknya? Apakah bergerak bisa memengaruhi perasaan? Jawabannya, bisa. Misalnya ketika Anda merasa lelah dan sedih, tubuh pun akan terasa berat untuk digerakkan. Saat merasa cemas, seseorang akan cenderung bergerak sembarangan atau justru tidak bergerak sama sekali.

Hubungan Gerakan Tubuh dengan Kesehatan Mental Seseorang

Baru-baru ini, sebuah studi menunjukkan bahwa hubungan otak dengan tubuh adalah hubungan dua arah. Artinya, saat salah satu bagian melakukan sesuatu, yang lain akan bereaksi. Olahraga misalnya, terbuktik mampu mengatasi masalah mood akut.

Melakukan aerobik secara rutin akan mengurangi kecemasan karena saat itu otak akan dipaksa untuk ‘berperang’. Ketika seseorang berada dalam kecemasan tinggi, perubahan fisiologis dari sesuatu yang mereka takuti seperti aktivitas yang menyebabkan detak jantung menjadi cepat akan membuat mereka lebih kebal dari gejala-gejala kecemasan.

Olahraga teratur seperti bersepeda atau latihan aerobik, resistensi, fleksibilitas, dan latihan keseimbangan yang Anda lakukan di tempat fitnes juga dapat mengurangi gejala depresi. Latihan semacam ini bisa sama efektifnya dengan obat dan psikoterapi. Olahraga teratur dapat meningkatkan mood dengan meningkatkan protein otak yang disebut BDNF yang membantu kesehatan saraf.

Bagi orang-orang yang menderita ADHD (attention-deficit disorder), ada penelitian lain yang menunjukkan bahwa satu kali 20 menit latihan bersepeda bisa mengurangi gejala penyakit. Latihan semacam ini bisa meningkatkan motivasi penderita untuk melakukan kegiatan yang membutuhkan fokus serta meningkatkan energi. Ini juga bisa mengurangi perasaan bingung dan lelah dari orang-orang yang depresi.

Gerakan meditasi yang cenderung tidak intens pun ternyata bisa mengurangi gejala depresi. Ini merupakan gerakan yang membuat Anda fokus pada sensasi tertentu pada tubuh Anda (dalam hal ini seperti perubahan detak jantung dan pernapasan). Melakukan yoga jugadapat mengurangi gejala seseorang yang menderita pasca-trauma. Mengubah posisi tubuh, mengatur pernapasan dan ritme gerak ternyata terbukti bisa mengubah kondisi di otak sehingga stres, depresi dan kecemasan bisa teratasi sedikit demi sedikit.

Manfaat Mengejutkan dari Sinkronisasi Gerakan

Latihan fisik dan gerakan meditasi hanya beberapa contoh kegiatan yang bisa Anda lakukan sendiri. Bayangkan saja, tanpa bantuan siapapun, Anda bisa memperbaiki mood Anda sendiri. Penemuan lain yang tak kalah mengejutkan adalah bagaimana gerakan yang selaras dengan orang lain juga bisa meningkatkan kepercayaan diri Anda.

Tubuh dan pikiran adalah satu kesatuan. Meskipun otak dianggap sebagai pengontrol tubuh, cara tubuh kita bergerak juga memengaruhi perasaan, cara Anda berpikir dan memandang sesuatu.

Terapi gerakan saat ini sering digunakan untuk menyembuhkan orang-orang dengan masalah kecemasan dan depresi. Jika Anda merasa terlalu lelah mengendalikan pikiran dengan berfokus pada sesuatu yang positif, bergerak dengan olahraga, sekadar berjalan-jalan atau melakukan gerakan bersama-sama dengan orang lain bisa membantu Anda mengatasi masalah kecemasan yang muncul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *