Mengatasi Kanker Payudara dengan Mastektomi

Kanker payudara masih menjadi penyakit yang menyebabkan kematian cukup tinggi pada wanita. Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi hal tersebut, salah satu tindakan yang kadang ditempuh adalah mastektomi.

Mastektomi merupakan tindakan pembedahan atau operasi pengangkatan payudara. Tak hanya dilakukan pada penderita kanker payudara, sekarang tindakan ini juga dilakukan sebagai langkah pencegahan terjadinya kanker payudara.

Angelina Jolie merupakan figur publik yang dengan cukup berani mengambil langkah tersebut setelah mengetahui bahwa dirinya memiliki gen BRCA1. Gen BRCA ini diyakini dapat memprediksi dengan cukup akurat potensi seseorang mengidap kanker payudara di kemudian hari. Menghindari kemungkinan tersebut, Angelina Jolie memilih mastektomi sebagai tindakan pencegahan.

Benarkah kita dapat melakukan langkah tersebut sebagai pencegahan? Siapa dan mengapa kita perlu menjalani mastektomi?

Kondisi yang membutuhkan mastektomi

Tindakan mastektomi ditujukan untuk mengangkat jaringan payudara pada pasien yang mengalami kanker payudara atau mereka yang memiliki risiko tinggi mengalaminya.

Apabila Anda atau kerabat mengalami kanker payudara non invasif, kanker payudara stadium I dan II, telah menjalani kemoterapi untuk kanker payudara stadium III, selesai menjalani kemoterapi untuk inflammatory breast cancer, mengalami kanker payudara terlokalisir dan sering kambuh, kemungkinan besar dokter akan menyarankan untuk menjalani mastektomi.

Begitu juga bila penderita yang mengalami kanker payudara memiliki kondisi yang membuatnya tidak mungkin menjalani radioterapi, seperti memiliki penyakit lupus, scleroderma, atau sedang mengandung.

Dokter juga akan menyarankan tindakan mastektomi bila pasien telah menjalani radioterapi atau lumpectomy, namun terus mengalami kekambuhan. Atau mereka yang memiliki risiko tinggi untuk mengalami kanker payudara.

Jenis tindakan mastektomi

Meski ada banyak kondisi yang direkomendasikan untuk menjalani mastektomi, namun tindakan mastektomi yang dilakukan belum tentu sama. Hal tersebut tergantung pada usia, keagresifan kanker, kecepatan penyebaran kanker, ukuran tumor, kondisi reseptor hormon pada kanker, keterlibatan kelenjar getah bening di sekitar kanker, status menopause, hingga kondisi kesehatan secara umum.

Setidaknya ada tujuh jenis tindakan mastektomi yang mungkin dilakukan, yaitu:

1. Mastektomi total

Tindakan ini disebut juga simple mastectomy. Dokter akan mengangkat semua bagian jaringan payudara, tapi otot di bawah payudara dan kelenjar getah bening di sekitarnya tidak ikut diangkat.

2. Mastektomi ganda

Mastektomi ganda atau double mastectomy, yaitu pengangkatan kedua payudara dalam rangka mencegah terjadinya kanker payudara pada pasien-pasien yang berisiko tinggi mengalaminya.

3. Mastektomi radikal

Pada tindakan ini, dokter akan mengangkat tak hanya seluruh bagian jaringan payudara, tetapi juga termasuk kelenjar getah bening yang ada pada ketiak, serta otot dinding dada.

4. Mastektomi radikal modifikasi

Seperti namanya, tindakan ini serupa dengan mastektomi radikal, namun dilakukan sedikit modifikasi. Dalam mastektomi radikal modifikasi, seluruh jaringan payudara dan kelenjar getah bening diangkat, tapi otot data tidak turut diangkat.

5. Skin-sparing mastectomy

Seluruh jaringan payudara, termasuk puting, akan diangkat. Akan tetapi, kulit akan dibiarkan tetap utuh. Dalam proses mastektomi, dokter juga akan melakukan rekonstruksi payudara.

6. Nipple-sparing mastectomy

Hampir serupa dengan skin-sparing mastectomy, tindakan ini juga mengangkat seluruh jaringan payudara dan menyisakan kulit. Perbedaannya, tak hanya kulit yang disisakan, tetapi puting dan jaringan di tepi payudara juga tidak diangkat dalam prosedur ini.

7. Mastektomi preventif

Seperti namanya, tindakan mastektomi ini ditujukan sebagai langkah preventif atau pencegahan. Artinya, tindakan ini dilakukan pada orang yang berisiko tinggi secara genetik untuk mengalami kanker payudara.

Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang memiliki harapan hidup cukup tinggi, bila segera ditangani. Sehingga penting sekali untuk memiliki kesadaran terkait kesehatan payudara dan mengambil langkah yang diperlukan, termasuk mastektomi. Mungkin tindakan ini terdengar menyeramkan, berdiskusilah dengan dokter yang merawat Anda, agar Anda memperoleh pemahaman yang memadai terkait prosedur mastektomi ini.

Tags:  

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>