Categories
Uncategorized

Mengenal Feokromositoma, Tumor pada Kelenjar Adrenal

Feokromositoma, adalah penyakit yang jarang terjadi dan biasanya menyerang kelenjar adrenal. Penyakit yang namanya jarang terdengar ini merupakan tumor jinak, hanya 3-13 persen bersifat ganas dan menyebar luas ke organ lain.

Tumor feokromositoma ini bisa saja menyerang satu kelenjar adrenal atau keduanya. Kelenjar adrenal fungsinya menghasilkan hormon adrenalin dan noradrenalin yang posisinya menempel di atas ginjal.

Fungsi hormon adrenalin ini adalah untuk mengatur metabolisme, denyut jantung, dan tekanan darah. Nah, tumor feokromositoma ini akan membuat produksi hormon adrenalin dan noradrenalin meningkat lebih banyak dari biasanya. Sehingga dapat terjadi peningkatan tekanan darah yang sifatnya sementara atau bisa juga terus-menerus. Sehingga dapat mengakibatkan hipertensi atau tekanan darah tinggi yang mengancam jiwa.

Usia berapa saja bisa kemungkinan mengalami feokromositoma ini, namun paling sering menyerang orang dewasa berusia 30-50 tahun. Namun, juga dapat diderita anak-anak, dengan persentase sekitar 10 persen.

Penyebab Feokromositoma

Penyebab tumor ini belum diketahui secara pasti. Feokromositoma ini berkembang pada sel berjenis chromaffin yang berada di area tengah kelenjar adrenal. Sel inilah yang melakukan fungsi mengatur denyut nadi, tekanan darah dan mengatur kadar gula dalam darah.

30 persen kasus feokromositoma ini disebabkan oleh faktor genetik. Tumor jinak ini memungkinkan berkembang menjadi kanker dan berisiko juga menyebar ke bagian tubuh yang lain. Orang dengan gangguan berikut lebih mudah diserang penyakit feokromositoma, yaitu:

  • Neoplasia endokrin tipe 2
  • Neurofibromatosis 1 (NF1)
  • Penyakit Von Hippel-Lindau
  • Sindrom paraganglioma herediter

Selain gangguan di atas, ada juga beberapa hal yang menjadi faktor pemicu munculnya tumor feokromositoma ini, yaitu:

  • Adanya aktivitas fisik yang berat
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu
  • Mengonsumsi makanan dan minuman yang kaya akan tiramin, misalnya keju, coklat, daging asap, bir, wine, atau daging yang dikeringkan. Karena kandungan dari makanan ini mempengaruhi tekanan darah
  • Persalinan
  • Pembedahan dan bius
  • Adanya perubahan postur
  • Adanya gangguan kecemasan dan stres

Gejala Menderita Tumor Feokromositoma

Ada beberapa kasus penderita feokromositoma tidak menunjukkan gejala apapun. Namun biasanya, indikasi yang muncul umumnya seperti:

  • Jantung berdebar
  • kepala terasa sakit
  • Tangan tremor
  • Keringat keluar berlebihan
  • Wajah pucat
  • Mengalami gangguan tidur
  • Mengalami konstipasi atau sembelit
  • Mengalami gangguan kecemasan
  • Sesak napas
  • Berat badan mengalami penurunan
  • Mengalami kejang
  • Mual dan muntah
  • Sulit bernapas

Pengobatan dan Penanganan Feokromositoma

Pengobatan dan penanganan tumor feokromositoma ini bergantung pada jenis dan ukuran tumor, serta kondisi kesehatan pasien. Ada beberapa prosedur tindakan yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Dilakukan operasi pengangkatan tumor

Pengobatan yang paling utama dilakukan adalah dengan pengangkatan tumor melalui operasi laparoskopi. Operasi ini dilakukan dengan meminimalisir luka sayatan operasinya. Dengan begitu, kelenjar adrenal yang sehat menggantikan fungsi kelenjar adrenal yang rusak dan sudah diangkat. Tindakan medis ini akan membuat tekanan darah kembali normal.

  • Melalui obat-obatan

Biasanya obat-obatan akan diberikan untuk menurunkan tekanan darah sebelum mengambil tindakan pembedahan. Sehingga selama dilakukan pembedahan, risiko peningkatan tekanan darah akan berkurang.

Adapun obat antihipertensi yang diberikan berupa alpha blockers serta beta blockers yang biasanya dikonsumsi 7-10 hari sebelum menjalani pembedahan.

Namun jika feokromositoma yang diderita sudah ganas, penanganan yang diberikan bisa dengan terapi isotop iodin, radioterapi, kemoterapi, serta operasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *