Categories
Kesehatan Mental

Apakah Sindrom Asperger termasuk Autisme?

Tahun lalu, penyanyi Robbie Williams membuat kabar mengejutkan dengan mengaku sebagai pengidap sindrom Asperger. Pengakuan ini membuat banyak penggemarnya bertanya, apakah Asperger Syndrome itu?

Diambil dari nama dokter anak yang pertama kali mengidentifikasi ini, yaitu Hans Asperger dari Austria pada 1944, sindrom ini merupakan kelainan pertumbuhan karakter anak, yang terlihat dari kesulitan anak berinteraksi sosial dan berkomunikasi nonverbal, serta memiliki ketertarikan pada pola yang berulang. Sindrom ini membuat anak tersebut kesulitan berinteraksi dengan lingkungannya. Biasanya, anak dengan Asperger juga cenderung ceroboh secara fisik, seperti sering menjatuhkan benda yang dipegang atau menumpahkan minuman.

Lebih dikenal hanya dengan Asperger, sindrom ini tergolong autisme spectrum disorder (ASD) tingkat rendah. Anak dengan Asperger bisa dibedakan dengan anak dengan autisme lain lewat tingkat kecerdasan dan penguasaan bahasa yang relatif lebih tinggi. Kemampuan bahasa dan inteligensi yang relatif normal itu kerap membuat gejala asperger sulit terdeteksi. Perlu pengamatan jeli orang tua untuk mendapati gejala anak dengan asperger, yang bisa didapati mulai anak berumur dua tahun.

Kesulitan anak berinteraksi secara sosial dapat dilihat dengan ketiadaan kontak mata saat berbicara, canggung di tengah orang banyak, gugup saat berbicara, sulit merespon pertanyaan. Tanda lain yang bisa orang tua curigai adalah anak hanya menunjukkan emosi. Misalnya cuma tersenyum pada situasi yang membuat anak-anak seumurnya tertawa, serta nada bicara yang terus menerus datar.

Mengidentifikasi anak dengan asperger juga bisa dilihat dari perangainya. Mereka memiliki ketertarikan yang terbatas. Namun, begitu suka akan satu hal, dia akan terus mengulang kesukaannya itu. Mereka menyukai gerakan repetitif. Anak dengan asperger juga cenderung hipersensitif, misalnya terhadap cahaya, suara, rasa, dan lainnya.

Jika orang tua mendapati serangkaian gejala itu, sebaiknya memeriksakan anak ke psikolog. Kalau terbukti positif, perawatan bisa dilakukan dengan pelatihan keterampilan sosial, misalnya berinteraksi dengan orang lain dan mengekspresikan diri dengan lebih tepat. Terapi bicara yang biasa diterapkan pada anak dengan autisme lebih difokuskan pada peningkatan keterampilan berkomunikasi dengan orang lain, termasuk kontak mata dan mengontrol volume suara. Sindrom ini biasanya tidak membutuhkan obat. Namun, pada kondisi tertentu, dokter dapat memberi resep antipsikotik dan obat stimulan.

Meski tergolong kelainan pertumbuhan, sindrom asperger membuat anak memiliki kelebihan dibanding sebayanya. Misalnya, memiliki fokus dan ketekunan tinggi, berbakat dalam mengenali pola, dan memiliki perhatian yang tinggi terhadap detail.

Categories
Hidup Sehat

Seberapa Sering Harus Keramas?

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa keramas terlalu sering tidak memiliki dampak positif bagi rambut dan kesehatan kulit kepala Anda. Bahkan menurut penata rambut profesional, Anda boleh tidak keramas selama Anda tahan. Mengapa? Karena justru kandungan di dalam shampo bisa mengurangi keindahan rambut Anda.

Cara kerja shampo

Shampo mencegah minyak yang dinamakan sebum, untuk keluar dari kulit kepala Anda. Jadi, semakin sering Anda keramas, rambut akan semakin kering. Lalu bagaimana jika rambut kotor? Kotoran di rambut akibat debu itu sangat wajar. Begitu juga dengan minyak yang keluar dari kulit kepala Anda. Justru sebum ini seharusnya dipertahankan agar rambut tetap lembab. Sebum juga membantu melindungi kulit kepala Anda dari kotoran yang bisa masuk.

Lalu, siapa yang seharusnya keramas setiap hari?

Beberapa kondisi rambut memang membutuhkan Anda untuk membersihkannya setiap hari. Contohnya, Anda yang setiap hari berolahraga dan mengeluarkan keringat. Bagi orang yang memiliki rambut yang sangat halus juga disarankan untuk keramas setiap hari. Bagi Anda yang memiliki kulit kepala berminyak, para ahli juga merekomendasikan Anda untuk keramas setiap hari.

Siapa yang tidak perlu keramas setiap hari?

Jika Anda memiliki rambut yang lebat, Anda tidak perlu keramas setiap hari. Rambut tebal memiliki kandungan sebum yang sedikit jadi rambut akan jarang berminyak. Bagi Anda yang memiliki rambut kering atau rambut keriting alami, Anda tidak akan memiliki masalah rambut berminyak meski jarang keramas.

Berapa hari sekali kita harus keramas?

Setiap orang rata-rata harus keramas setelah dua atau tiga hari. Namun sebenarnya tidak ada aturan pakem yang mengharuskan Anda keramas dua hari sekali. Anda bisa keramas ketika kulit kepala terasa gatal atau terasa berminyak.

Seberapa lama Anda boleh bertahan tanpa keramas?

Jika Anda menggunakan alat pengering rambut, pastikan rambut Anda sudah dikeramasi karena awet tidaknya gaya rambut bergantung pada kebersihan rambut itu sendiri. Perawatan rambut yang Anda gunakan juga berpengaruh pada perlu tidaknya Anda sering keramas. Misal, Anda melakukan perawatan rambut dengan keratin sebelum memakai alat pengering rambut. Maka Anda tidak perlu keramas terlalu sering karena dapat menambah stress pada rambut.

Dari perspektif medis, tidak ada masalah yang berarti ketika seseorang tidak keramas selama satu minggu. Itu semua bergantung pada apa yang Anda rasakan pada kulit kepala dan rambut Anda.

Bagaimana caranya agar tidak sering keramas?

Saat ini ada banyak produk yang memudahkan kita untuk mengurangi rutinitas keramas. Misalnya, bedak tabur untuk kulit kepala yang dapat menyerap kelebihan minyak di kulit dan mencegah rambut lepek. Kondisioner rambut yang berjenis leave-in juga dapat membuat rambut lembab dalam waktu lama.

Antara stigma dan kesehatan

Memberitahu orang lain bahwa Anda jarang keramas akan membuat mereka berasumsi bahwa Anda adalah seseorang yang jorok dan kurang menjaga kebersihan. Namun dengan menyadari bahwa sering keramas membuat rambut jadi tidak sehat – Anda diperbolehkan keramas satu kali seminggu untuk memperoleh rambut yang lebih sehat dan terhindar dari kerusakan.

Categories
Penyakit

Perut Kembung? Atasi dengan Obat Berikut!

Beberapa obat yang dijual bebas memang boleh digunakan sewaktu-waktu tanpa resep dokter. Secara spesifik, berikut adalah daftar obat untuk mengatasi kembung beserta kandungan yang ada di dalamnya.  

Obat-obatan untuk Mengatasi Kembung

Perut yang kembung terkadang butuh penanganan cepat. Untuk itulah beberapa obat untuk mengatasi kembung bisa Anda temukan di toko obat tanpa resep dokter. Berikut adalah daftar obat untuk mengatasi kembung.

Antacid

Antacid menetralkan kadar asam dalam perut Anda. Beberapa kandungan antacid antara lain simethicone – bahan yang mengurangi gas dalam perut. Selain itu, ada pula antacid yang menyebabkan diare seperti magnesium dan aluminum.

Berikut adalah contoh Antacid yang biasa ditemui:

  • Alka-Seltzer
  • Milk of Magnesia
  • Alternagel, Amphojel
  • Gaviscon, Gelusil, Maalox, Mylanta, Rolaids
  • Pepto-Bismol
  • Tums

Antacid harus dikonsumsi sesuai dengan cara pakainya. Antacid yang berbentuk tablet harus dikunyah terlebih dahulu. Namun Antacid juga memiliki efek samping seperti diare, kram perut dan konstipasi jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Acid Reducer

Ada dua macam acid reducer yang beredar di pasaran, yaitu Histamine antagonis (H2 Blocker) dan Proton pump inhibitor (PPIs)

Berikut adalah contoh H2 Blocker:

  • Nizatidine (Axid AR)
  • Famotidine (Pepcid AC)
  • Cimetidine (Tagamet HB)
  • Ranitidine (Zantac)

H2 Blocker dan PPIs juga tersedia dalam dosis yang tinggi dan biasanya diresepkan oleh dokter.

Lansoprazole dan Omeprazole merupakan jenis proton pump yang dapat dibeli tanpa resep dokter namun penggunaannya disarankan tidak lebih dari dua minggu. Obat-obatan untuk mengatasi kembung ini dapat diresepkan oleh dokter dalam dosis yang tinggi.

Kombinasi Antacid dan Acid reducer

Pepcid Complete mengombinasikan antacid dengan acid reducer yang berperan penting untuk menetralkan asam sekaligus mengurangi rasa panasnya. Sementara itu, Zegerid OTC merupakan kombinasi dari PPIs dan sodium bikarbonat.

Lalu, manakah yang cocok untuk mengatasi kembung?

Obat-obatan di atas dapat mengatasi perut kembung sesuai dengan kondisi. Namun untuk kondisi yang parah, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Jika dalam waktu dua minggu, kembung tak kunjung sembuh, kemungkinan besar Anda membutuhkan dosis yang lebih tinggi yang hanya bisa diberikan oleh dokter.

Categories
Hidup Sehat

Ini Dia 10 Tips Makan Sehat Saat Liburan

Liburan seringkali menjadi ajang balas dendam termasuk dalam menyantap berbagai jenis makanan. Kue kering saat Natal, makanan bersantan saat lebaran dan aneka menu menarik ketika sedang berlibur ke luar kota. Semuanya terasa menggoda sekaligus berbahaya untuk kesehatan tubuh Anda.

Seberapa besar pun godaan, penting untuk tetap makan yang bergizi saat liburan. Simak 10 tips berikut ini!

  1. Pertimbangkan Apapun yang Ingin Anda Makan

Sebelum Anda mulai makan, luangkan waktu sejenak untuk merenungkan bagaimana perasaan Anda. Apakah kamu terburu-buru? Stres? Sedih? Bosan? Lapar? Apa yang Anda inginkan, dan apa kebutuhan Anda? Bedakan antara keduanya.

  • Makan Sambil Duduk

Jangan makan sambil berjalan dan duduklah. Ketika makan sambil melakukan hal lain, Anda cenderung tidak bisa menghitung berapa banyak yang sudah masuk ke dalam perut.

  • Hindari Makan Sambil Menonton TV atau Bermain Gadget

Ini merupakan kebiasaan yang banyak dilakukan orang. Tahukah Anda ketika waktu makan Anda terdistraksi karena tayangan televisi atau tulisan di gadget, Anda jadi tidak tahu berapa banyak makanan yang Anda santap?

  • Gunakan Porsi untuk Mengukur

Jangan makan langsung dari wadah atau plastik karena Anda jadi tidak bisa mengukur berapa banyak yang Anda habiskan. Makan langsung dari tempat tertutup juga akan membuat Anda tidak bisa melihat jumlahnya dan cenderung jadi tidak terkontrol menyantapnya.

  • Gunakan Piring Kecil

Semakin kecil porsi yang Anda lihat, kemungkinan semakin kecil juga nafsu makan Anda. Menggunakan piring kecil akan membantu Anda mengontrol porsi terutama saat makan di buffet all you can eat.

  • Jangan Lupa Bersyukur

Sebelum mulai makan, ambil waktu Anda untuk merenungi seberapa besar usaha yang dibutuhkan untuk membuat makanan sampai ke piring Anda. Petani, pekerja pabrik hingga koki layak mendapatkan apresiasi.

  • Mengunyah Makanan Sebanyak 30 Kali

Luangkan waktu untuk menikmati rasa dan tekstur di mulut Anda sebelum Anda menelan dengan mengunyahnya baik-baik, setidaknya sebanyak 30 kali. Ini juga dapat membantu mencegah makan berlebihan dengan memberikan waktu untuk mengirim pesan ke otak bahwa Anda sudah kenyang.

  • Letakkan Alat Makan Setiap Kali Selesai Menyuap

Coba letakkan peralatan Anda setelah setiap gigitan, dan jangan mengambilnya kembali sampai Anda menikmati dan menelan apa yang sudah ada di mulut Anda.

  • Tidak Perlu Menghabiskan Semua yang Ada di Piring

Jika ada sisa makanan di piring, simpan kembali jika bisa. Tidak ada orang yang suka membuang-buang makanan, tapi membuat diri Anda kekenyangan juga tidak ada manfaatnya. Karena itu, ambillah porsi sesuai dengan kemampuan.

  1. Makanlah dengan Tenang

Meskipun jam makan bisa menjadi saat di mana Anda mengobrol dengan keluarga atau rekan kerja, menghabiskan 10 menit pertama dalam ketenangan akan membuat waktu makan menjadi lebih berkualitas.

Itulah beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk tetap makan sehat selama liburan.

Categories
Kesehatan Mental

Manfaat Mengejutkan Bergerak untuk Kesehatan Mental

Kita semua tahu bahwa perasaan dan kondisi mental bisa memengaruhi gerakan tubuh. Lalu bagaimana sebaliknya? Apakah bergerak bisa memengaruhi perasaan? Jawabannya, bisa. Misalnya ketika Anda merasa lelah dan sedih, tubuh pun akan terasa berat untuk digerakkan. Saat merasa cemas, seseorang akan cenderung bergerak sembarangan atau justru tidak bergerak sama sekali.

Hubungan Gerakan Tubuh dengan Kesehatan Mental Seseorang

Baru-baru ini, sebuah studi menunjukkan bahwa hubungan otak dengan tubuh adalah hubungan dua arah. Artinya, saat salah satu bagian melakukan sesuatu, yang lain akan bereaksi. Olahraga misalnya, terbuktik mampu mengatasi masalah mood akut.

Melakukan aerobik secara rutin akan mengurangi kecemasan karena saat itu otak akan dipaksa untuk ‘berperang’. Ketika seseorang berada dalam kecemasan tinggi, perubahan fisiologis dari sesuatu yang mereka takuti seperti aktivitas yang menyebabkan detak jantung menjadi cepat akan membuat mereka lebih kebal dari gejala-gejala kecemasan.

Olahraga teratur seperti bersepeda atau latihan aerobik, resistensi, fleksibilitas, dan latihan keseimbangan yang Anda lakukan di tempat fitnes juga dapat mengurangi gejala depresi. Latihan semacam ini bisa sama efektifnya dengan obat dan psikoterapi. Olahraga teratur dapat meningkatkan mood dengan meningkatkan protein otak yang disebut BDNF yang membantu kesehatan saraf.

Bagi orang-orang yang menderita ADHD (attention-deficit disorder), ada penelitian lain yang menunjukkan bahwa satu kali 20 menit latihan bersepeda bisa mengurangi gejala penyakit. Latihan semacam ini bisa meningkatkan motivasi penderita untuk melakukan kegiatan yang membutuhkan fokus serta meningkatkan energi. Ini juga bisa mengurangi perasaan bingung dan lelah dari orang-orang yang depresi.

Gerakan meditasi yang cenderung tidak intens pun ternyata bisa mengurangi gejala depresi. Ini merupakan gerakan yang membuat Anda fokus pada sensasi tertentu pada tubuh Anda (dalam hal ini seperti perubahan detak jantung dan pernapasan). Melakukan yoga jugadapat mengurangi gejala seseorang yang menderita pasca-trauma. Mengubah posisi tubuh, mengatur pernapasan dan ritme gerak ternyata terbukti bisa mengubah kondisi di otak sehingga stres, depresi dan kecemasan bisa teratasi sedikit demi sedikit.

Manfaat Mengejutkan dari Sinkronisasi Gerakan

Latihan fisik dan gerakan meditasi hanya beberapa contoh kegiatan yang bisa Anda lakukan sendiri. Bayangkan saja, tanpa bantuan siapapun, Anda bisa memperbaiki mood Anda sendiri. Penemuan lain yang tak kalah mengejutkan adalah bagaimana gerakan yang selaras dengan orang lain juga bisa meningkatkan kepercayaan diri Anda.

Tubuh dan pikiran adalah satu kesatuan. Meskipun otak dianggap sebagai pengontrol tubuh, cara tubuh kita bergerak juga memengaruhi perasaan, cara Anda berpikir dan memandang sesuatu.

Terapi gerakan saat ini sering digunakan untuk menyembuhkan orang-orang dengan masalah kecemasan dan depresi. Jika Anda merasa terlalu lelah mengendalikan pikiran dengan berfokus pada sesuatu yang positif, bergerak dengan olahraga, sekadar berjalan-jalan atau melakukan gerakan bersama-sama dengan orang lain bisa membantu Anda mengatasi masalah kecemasan yang muncul.

Categories
Penyakit

7 Cara Mencegah GERD Agar Anda Tetap Nyaman Beraktivitas

Pernah merasakan sensasi panas di dada? Kondisi yang disebut heartburn ini bisa dialami siapa saja. Namun ketika Anda terlalu sering mengalaminya (setidaknya dua kali seminggu selama beberapa minggu), atau ketika heartburn mulai mengganggu kehidupan Anda sehari-hari, dokter mungkin akan mengatakan bahwa Anda mengalami penyakit GERD.

Berikut adalah langkah-langkah mudah untuk mencegah GERD.

1. Diet untuk mencegah GERD

Cara pertama yang harus dilakukan untuk mencegah penyakit GERD adalah dengan mengubah pola makan Anda. Coba praktikkan tips berikut ini.

  • Makan dalam porsi kecil namun sering. Misalkan Anda sering makan tiga kali sehari dalam jumlah besar. Coba ubah pola tersebut dengan cara makan lima kali dalam porsi yang dikurangi. Hal ini mencegah perut Anda mendorong makanan dan asam lambung ke atas.
  • Hindari makanan yang memicu penyakit GERD, misalnya buah sitrus, peppermint, cokelat, tomat, bawang putih dan makanan berlemak dapat memicu produksi asam lambung.
  • Hindari konsumsi alkohol, kafein, dan minuman bersoda.
  • ●     Mencatat makanan yang Anda konsumsi dalam buku. Dengan memiliki daftar makanan yang masuk ke perut Anda, Anda dapat mengetahui secara pasti kebiasaan makan Anda, serta apa saja yang dapat memicu terjadinya penyakit GERD dan mulai menguranginya.

2. Mencegah GERD dengan mengubah pola tidur

  • Jangan makan sesaat sebelum tidur. Pastikan makanan terakhir yang Anda konsumsi adalah tiga jam sebelum tidur. Efek gravitasi dapat membuat asam lambung Anda naik saat Anda berbaring tidur.
  • Naikkan bantalan di kepala hingga lebih tinggi dari perut. Hal ini juga berkaitan dengan gravitasi yang mencegah naiknya asam lambung ke kerongkongan.

3. Berhenti merokok

Merokok merupakan salah satu pemicu GERD. Selain tidak baik untuk kesehatan, merokok dapat membuat nyeri dada semakin parah. Sebagai gantinya, Anda bisa mengunyah permen karet. Aktivitas mengunyah dapat memproduksi air liur yang berfungsi menetralkan asam lambung.

4. Turunkan berat badan

Obesitas dapat menyebabkan gejala GERD. Lemak pada perut cenderung memberikan tekanan yang bisa mendorong asam lambung ke kerongkongan. Konsultasikan diet Anda dengan dokter agar dapat menurunkan berat badan dengan cara yang sehat

5. Hindari obat-obatan tertentu

Obat untuk mengatasi rasa sakit memang dijual bebas di toko namun aspirin dan ibuprofen bisa memperparah keadaan Anda. Jika Anda harus minum obat penghilang rasa sakit, pilih parasetamol. Bila Anda merasa bahwa obat-obatan yang Anda konsumsi mungkin menyebabkan GERD, bicarakan dengan dokter. Jangan langsung berhenti minum obat, atau justru minum obat lambung tanpa konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

6. Yoga

Yoga dan tai chi dapat membantu meredakan gejala GERD sekaligus menghilangkan stres.

7. Gunakan pakaian yang longgar

Pakaian yang ketat terutama yang menekan area perut dapat mendorong asam lambung naik ke kerongkongan

Categories
Penyakit

10 Penyebab Sakit Perut yang Harus Anda Waspadai

Jika Anda memiliki masalah pada pencernaan, sakit perut pasti sudah menjadi hal yang biasa Anda alami. Namun, perlu diingat bahwa sakit perut dapat disebabkan oleh banyak hal. Pahami sepuluh penyebab perut sakit berikut ini agar Anda dapat menghindarinya di kemudian hari.

1. Masalah Perut
Pada dasarnya, sakit perut menandakan adanya masalah pada perut Anda. Tiap orang memiliki kondisi dan gejala yang berbeda. Itulah sebabnya untuk mengetahui penyebab sakit perut, segera konsultasikan kondisi Anda pada dokter sesegera mungkin.

2. Gastritis
Cairan dalam lambung yang membantu mencerna makanan memiliki sifat asam. Terkadang cairan pencernaan ini melewati pelindung di perut Anda dan mengiritasi lapisannya. Iritasi atau radang lambung ini juga banyak disebut sebagai gastritis. Kondisi seperti ini dapat disebabkan oleh bakteri, penggunaan obat penghilang rasa sakit secara teratur seperti ibuprofen, terlalu banyak mengonsumsi alkohol, atau bahkan stres. Untuk mengatasinya, Anda dapat meminum obat antasid atau resep yang dijual bebas. Namun, pastikan untuk memeriksakan diri ke dokter untuk menghindari perdarahan atau sakit maag.

3. Virus Perut
Virus perut atau yang juga dikenal sebagai flu perut merupakan sebuah infeksi virus di usus. Gejala yang ditimbulkan dapat berupa diare, kram, mual, dan muntah. Infeksi virus ini dapat menular dari orang lain yang sedang terinfeksi atau makanan yang terkontaminasi. Untuk mengobatinya tidak diperlukan perawatan khusus karena dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, konsultasikan pada dokter jika Anda demam, muntah, dehidrasi, atau tampak darah pada muntahan dan feses.

4. Keracunan Makanan
Bakteri, virus, dan parasit dalam makanan dapat mengakibatkan keracunan makanan. Gejala dari keracunan makanan dapat berupa diare, mual, dan muntah. Kondisi ini dapat terjadi saat Anda mengonsumsi makanan yang tidak bersih atau terkontaminasi kuman-kuman. Anda tidak perlu khawatir sebab keracunan makanan biasanya dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami dehidrasi, terdapat darah pada muntah atau feses, atau Anda mengalami diare yang parah selama lebih dari 3 hari.

5. Sindrom Iritasi Usus
Penyakit pencernaan yang memengaruhi kondisi usus besar ini dapat menyebabkan kram, kembung, dan lendir di feses. Selain itu, Anda juga akan mengalami gangguan pencernaan berupa diare dan sembelit secara bergantian. Kondisi ini dapat disebabkan oleh banyak hal. Namun, kebanyakan dari mereka yang mengalaminya memiliki masalah pada pola makanan, stres, hormon, dan infeksi. Anda dapat memeriksakan diri ke dokter untuk mengurangi gejala serta mendapatkan arahan mengenai perubahan pola makan, gaya hidup, atau perawatan yang tepat untuk Anda.


6. Intoleransi laktosa
Laktosa adalah kandungan gula dalam susu dan beragam produk olahan susu lainnya. Jika Anda tidak memiliki enzim laktase yang cukup, tubuh Anda dapat mengalami kesulitan saat mencerna laktosa dari susu. Hal ini bisa menyebabkan diare, perut bergas, kembung, dan sakit perut. Kondisi ini sebenarnya tidak ada obatnya, tetapi Anda bisa mengatasinya dengan membatasi asupan susu harian Anda. Anda disarankan untuk mengonsumsi produk susu bebas laktosa, atau minum pil Lactaid yang dijual bebas.

7. Alergi Makanan
Perut yang terasa sakit tanpa sebab dapat menjadi tanda adanya respons alergi terhadap makanan tertentu. Alergi ini terjadi saat tubuh salah mengartikan makanan yang dianggap berbahaya padahal tidak. Selain sakit perut, gejala alergi ini juga dapat diikuti dengan kesemutan dan bengkak di area mulut dan tenggorokan. Dalam kasus yang serius, alergi makanan dapat menyebabkan syok hingga kematian jika tidak segera ditangani dengan pemberian obat yang disebut epinefrin. Makanan-makanan yang biasanya memicu alergi adalah kerang, kacang-kacangan, ikan, telur, dan susu.

8. Radang usus buntu
Usus buntu merupakan bagian organ berbentuk jari yang ditemukan pada bagian usus besar di sebelah kanan bawah perut. Sebenarnya, usus buntu ini tidak diketahui pasti kerja dan manfaatnya. Namun, jika mengalami peradangan atau terinfeksi, bagian usus ini harus segera diangkat. Jika pecah, usus buntuk yang mengalami peradangan dapat menyebarkan bakteri ke seluruh perut. Gejala radang usus buntu ini diawali dengan nyeri pada pusar yang menyebar ke bawah dan ke kanan perut. Segera konsultasikan diri ke dokter jika Anda merasa mengalami radang usus buntu.

9. Sembelit
Olahraga, banyak minum air, dan konsumsi makanan yang mengandung banyak serat, seperti plum dan biji-bijian, dapat mengatasi masalah perut yang satu ini. Akan tetapi, buang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu dengan kondisi yang sulit, bisa diperkirakan Anda mengalami sembelit yang serius. Segera temui dokter jika Anda mengalaminya, apalagi jika feses yang keluar berwarna hitam atau/dan berdarah.

10. Pankreatitis
Terakhir, masalah perut yang kerap menimbulkan rasa sakit adalah radang pankreas. Organ yang membantu tubuh Anda memproses gula dan mencerna makanan dapat meradang dan menimbulkan gejala mual dan muntah disertai rasa sakit perut di bagian atas setelah makan. Pada beberapa kasus ringan, pasien dengan pankreatitis dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, untuk kasus-kasus parah dapat berbahaya. Biasanya dokter akan meminta Anda untuk berhenti makan selama satu atau dua hari, dan memberi Anda obat penghilang rasa sakit. Jika itu tidak membuat kondisi membaik, Anda mungkin perlu perawatan intensif di rumah sakit untuk mendapatkan nutrisi dan cairan infus.

Categories
Penyakit

Apa Saja Penyebab Plak Gigi?

Coba sentuh gigi dengan jari Anda. Lapisan yang dapat Anda rasakan di gigi adalah plak (plaque). Plak merupakan lapisan lengket yang selalu terbentuk secara alami pada gigi. Lapisan itu tak terlihat, tapi Anda dapat merasakannya. Terutama setelah sekian lama tidak menggosok gigi. Plak harus disingkirkan dari gigi, karena menjadi tempat berkumpulnya bakteri.

Plak Terbentuk dari Sisa Makanan

Plak terbentuk ketika makanan yang mengandung karbohidrat dan gula, seperti susu, minuman bersoda, kue, dan permen, sering tertinggal di gigi. Bakteri yang hidup di rongga mulut berkembang biak pada makanan dan minuman tersebut dan mengeluarkan zat asam. Seiring berjalannya waktu, zat asam yang semakin banyak itu merusak email (enamel), lapisan pelindung gigi. Akibatnya, terjadi pengeroposan gigi. Plak juga bisa terbentuk di akar gigi, dalam gusi, dan merusak tulang penyangga gigi. Kerusakan ini bersifat permanen.

Dampak Plak Terhadap Kesehatan Gigi dan Mulut

Selain membuat membuat gigi menguning dan menyebabkan bau napas, tumpukan plak dapat memicu karang gigi dan gusi bengkak atau gingivitis. Lebih jauh lagi, plak bisa mengakibatkan berbagai penyakit berat seperti gangguan jantung dan demensia, alias gangguan ingatan. Sebab, bakteri berlebihan di rongga mulut memaksa sistem imun tubuh terus bekerja keras. Dampaknya sama dengan orang yang menderita flu terus-menerus sepanjang tahun, dan memaksa sistem imun tubuhnya bekerja tanpa henti.

Plak pun sebenarnya merupakan penyebab gigi tanggal. Jadi, tanggalnya gigi bukan disebabkan oleh usia lanjut. Para dokter gigi bahkan meyakini setiap orang bisa mempertahankan giginya sampai usia lanjut, jika dirawat dengan baik.

Bagaimana mencegah pembentukan plak?

Plak tumbuh di tempat-tempat yang sulit terjangkau sikat gigi. Bisa di antara gigi hingga bawah gusi. Maka untuk mencegahnya, tidak ada cara selain memastikan kebersihan rongga mulut dengan langkah-langkah berikut ini.

  • Sikat gigi Anda paling tidak dua kali sekali. Pilih sikat dengan bulu yang halus supaya tidak merusak gusi.
  • Gunakan floss atau benang gigi setidaknya sekali sehari, untuk mengurangi bakteri penyebab plak dan penyakit gusi, yang tidak tersapu sikat gigi.
  • Gunakan obat kumur antibakteri, juga untuk mematikan bakteri.
  • Lakukan pemeriksaan di dokter gigi setiap enam bulan sekali. Meski tidak merasakan ada keluhan pada gigi dan gusi Anda, dokter akan memastikan kesehatan mulut dan melakukan pembersihan.
  • Untuk memastikan terbebas dari pengeroposan, dokter dapat merekomendasikan penggunaan sealant, lapisan plastik tipis yang dipasang pada permukaan gigi untuk mencegahnya dari kerusakan.
  • Atur pola makan dengan membatasi cemilan. Jika butuh makanan ringan, pilihlah yang bebas gula, seperti buah-buahan segar dan sayuran. Sejumlah sayuran, seperti seledri, bisa membantu air liur menetralisir zat asam penyebab plak.

Plak bisa berwarna kekuningan dan bisa juga sama sekali tidak berwarna sehingga sulit terlihat.

Jika plak tidak dibersihkan dalam jangka waktu tertentu, antara 24-72 jam, mineral dalam air liur yang tersimpan di lapisan plak bisa mengeras. Pengerasan ini disebut tartar. Tartar berwarna kekuningan atau kecokelatan dan menempel kuat di gigi. Berbeda dari plak, yang bisa dibersihkan sendiri di rumah, pengangkatan tartar hanya dapat dilakukan dokter gigi. Tartar, juga disebut kalkulus, dialami 68 persen orang dewasa. Kemungkinan terjadinya tartar lebih tinggi pada orang dengan behel, perokok, yang memiliki bergigi tak teratur, serta lansia.

Categories
Penyakit

Panduan Memilih Obat Batuk yang Efektif Hentikan Batuk Lebih Cepat

Terdapat beberapa jenis pengobatan untuk meredakan batuk yang dibedakan berdasarkan penyebabnya. Ada pereda batuk karena dingin atau bronkitis, penekan batuk (antitusif), pengencer batuk dahak, dan krim untuk dioleskan pada kulit. Biasanya krim semacam itu mengandung menthol yang berkhasiat melegakan tenggorokan serta pernapasan secara efektif. Untuk lebih jelas mengenai panduan obat batuk, simak penjelasan berikut!

Cara Menekan Batuk

Dextrometophan biasanya digunakan sebagai formula khusus untuk membasmi batuk tanpa dahak. Kandungan dextrometorphan biasanya dicantumkan pada bungkus atau botol obat yang Anda beli. Pengobatan yang lebih efektif biasanya menggunakan codeine yaitu obat untuk mengobati nyeri ringan atau cukup parah.

Dalam kasus tertentu, codeine bisa digunakan untuk meredakan batuk. Obat ini bekerja pada sistem saraf pusat untuk mengurangi nyeri dan rasa sakit yang dialami pasien. Oleh karena itu, mengonsumsi obat ini membutuhkan resep dokter.

Bagaimana Ekspektoran Bekerja?

Batuk berdahak sebenarnya berdampak positif untuk mengeluarkan kotoran dari paru-paru. Namun, sering kali jenis batuk ini mengganggu aktivitas sehari-hari. Meredakan batuk berdahak dengan menggunakan ekspektoran adalah salah satu panduan obat batuk paling umum.

Selain mengonsumsi ekspektoran, dokter biasanya menyarankan untuk banyak minum air putih. Air putih dapat membantu mengencerkan dahak sehingga batuk berdahak bisa lebih cepat teratasi.

Pengobatan Luar untuk Batuk

Pengobatan yang dilakukan dari luar untuk mengatasi batuk bisa menggunakan krim atau lotion dengan kandungan tertentu. Kandungan di dalamnya berfungsi melegakan pernapasan dan tenggorokan. Sebut saja formula Menthol dan Camphor yang biasa terdapat pada krim pelega tenggorokan. Oleskan krim pada bagian dada, leher, dan hirup aromanya. Dengan begitu, pernapasan akan terasa lebih lega.

Kombinasi Pengobatan yang Disarankan

Panduan obat batuk yang biasa disarankan adalah penggunaan obat yang disesuaikan dengan tipe batuk yang dialami. Secara umum obat batuk diberikan dengan mengombinasikan bersama pereda nyeri, anti alergi, dan pelega hidung tersumbat. Kombinasi tersebut akan secara efektif mengobati batuk lebih cepat. 

Selain mengikuti panduan obat batuk sesuai jenisnya, dokter juga akan menyarankan gaya hidup sehat bagi Anda yang sering mengalami batuk. Beberapa pola hidup sehat yang bisa dilakukan, antara lain

  • Mengonsumsi makanan dengan nutrisi seimbang
  • Menghentikan kebiasaan merokok dan menghindari asap rokok
  • Melakukan terapi pengobatan khusus bagi Anda yang memang memiliki riwayat asma atau emphysema
  • Penggunaan dextrometorphan dengan obat dekongestan akan berisiko pada perubahan tekanan darah. Jadi, Anda bisa menghentikan pengobatan sementara bila tekanan darah sedang meningkat atau memiliki gangguan hati.

Untuk mengobati batuk memang bisa mengikuti panduan obat batuk yang disarankan sesuai jenisnya. Namun, bila penyakit tidak kunjung sembuh hingga berminggu-minggu, maka sebaiknya konsultasikan kepada dokter untuk memeriksakan kondisi Anda. Pengobatan lebih dini dilakukan agar bisa mencegah kondisi yang lebih parah.

Categories
Olahraga

7 Alasan Mengapa Anak Perlu Belajar Bela Diri

Sebagai orangtua, tentu Anda menginginkan anak kelak tumbuh menjadi seseorang yang kuat, aktif, dan sehat. Hal ini dapat diperoleh dengan memperhatikan kegiatan dan aktivitas harian anak agar menjadikan tumbuh kembangnya menjadi lebih positif.

Salah satu caranya adalah dengan mengajaknya bergabung pada komunitas bela diri khusus untuk anak-anak. Dengan begitu, anak akan mendapatkan banyak sekali manfaat untuk pengembangan dirinya. Berikut adalah beberapa manfaat yang dapat diraih oleh anak dari belajar bela diri.

1. Anak Menjadi Lebih Ceria dan Aktif

Masa kanak-kanak merupakan periode tumbuh kembang yang sangat penting. Tidak hanya pertumbuhan fisik, melainkan juga perkembangan mental dan kepribadiannya. Itulah sebabnya penting bagi Anda untuk menentukan aktivitas fisik yang positif dan bermanfaat untuknya.

Dengan mengikuti kegiatan bela diri, anak akan menjadi terbiasa untuk aktif dan bergerak. Intensitas aktivitas fisik ini akan berdampak langsung pada tubuh yang sehat dan kuat. Anda jadi tidak perlu khawatir lagi dengan tubuh anak yang kegemukan atau obesitas. Selain itu, anak juga akan lebih banyak bersosialisasi sehingga ia dapat tumbuh menjadi anak yang ceria dan aktif.

2. Anak Akan Terlatih untuk Fokus dan Tenang
Selain menjadi ceria dan aktif, secara bersamaan bela diri juga akan mengajarkan anak cara untuk fokus dan tenang saat bertanding. Sebelum memulai latihan atau pertandingan, biasanya anak akan diajarkan untuk bersikap siap dengan pikiran yang fokus dan napas yang tenang. Teknik dan gerakan serangan juga diajarkan untuk dilakukan secara tenang, perhatian penuh, dan diiringi dengan kekuatan dan ketenangan. Dengan begitu, tiap gerakan yang dilakukan akan tepat sasaran dengan sempurna. Anak pun akan terbiasa untuk belajar berkonsentrasi, tenang, dan fokus.

3. Anak Akan Belajar Menerima Pukulan
Dalam seni bela diri, anak Anda akan belajar bagaimana cara menerima sebuah pukulan. Baik itu pukulan secara fisik atau pukulan secara mental karena sebuah kegagalan. Dalam menjalani hidup, kita harus mampu menerima pukulan untuk dapat bangkit dan terus berjuang hingga mendapatkan keberhasilan. Kuncinya adalah belajar bagaimana cara terbaik menerima dan mengakui pukulan yang menimpa dan bangkit kembali.

Hal ini tentu juga akan tampak pada bagaimana anak menjalani kehidupannya kelak. Ia tidak akan menjadi seseorang yang mudah menyerah karena pukulan atau kegagalan yang menimpanya. Terbiasa menjalani kesulitan dan mengupayakan keberhasilan akan menciptakan pribadi anak yang giat dan terus bersemangat.

4. Anak Akan Semakin Percaya Diri dan Menghargai Diri Sendiri
Berpartisipasi dalam seni bela diri mampu memberikan rasa percaya diri dan kecenderungan untuk menghargai diri sendiri atas kerja dan berbagai usaha yang telah dilakukan. Pasalnya, sekolah seni bela diri yang tepat akan mengajari anak Anda bahwa tidak ada anak yang lebih kuat, besar, dan lebih tangguh. Semua anak memiliki kelebihan dan kekuatannya masing-masing. Tidak hanya itu, dalam sesi latihan bela diri anak juga akan belajar tentang arti rasa hormat dan saling menghargai. Anak Anda akan memahami bahwa rasa percaya diri dan rasa hormat kepada orang lain berasal dari bagaimana ia menghargai dirinya sendiri secara lebih mendalam.

5. Bela Diri Mampu Menyelaraskan Pikiran dan Tubuh Anak
Yang membedakan bela diri dengan beragam aktivitas fisik lainnya adalah bagaimana cara untuk mendengarkan tubuh Anda. Hal ini dapat dilatih pada anak sejak dini dengan membiasakannya mengikuti instruksi dalam latihan bela diri. Dengan bela diri, anak diajarkan untuk melihat, merasakan, dan mendengarkan tubuhnya, baik secara internal maupun eksternal. Selain itu, anak juga diharapkan dapat mengatur ketakutan dan keberanian dalam intuisi yang tepat sehingga dapat mengendalikan tubuh dan pikirannya sendiri.

6. Anak Akan Belajar Menyelesaikan Konflik
Anda tidak perlu khawatir jika anak akan menggunakan keterampilan bela diri dalam perkelahian. Pasalnya, para pelatih bela diri sangat menanamkan nilai ketenangan dan pengendalian emosi dalam menghadapi sebuah konflik atau masalah. Perkelahian fisik merupakan cara terakhir yang harus dihindari dalam sebuah masalah. Sebaliknya, anak akan diajarkan untuk tetap tenang dan rileks dalam menghadapi konflik.

Meskipun begitu, kemampuan bela dirinya akan berguna jika ia mendapatkan serangan. Itu pun hanya akan dipakai sebagai upaya pertahanan dan perlindungan diri.

7. Anak Anak Belajar Mengatur Napas
Dari sekian banyak hal dapat diperoleh anak-anak yang mengikuti latihan bela diri, kemampuan mengatur napas menjadi salah satu yang paling berpengaruh besar dalam kehidupannya. Pasalnya, pengaturan napas menjadi kunci dari setiap kegiatan fisik dan kondisi mental yang sedang kita alami. Anak yang mengikuti bela diri dengan disiplin dan konsisten akan mampu menjadi sosok yang tenang dan kuat dalam waktu yang bersamaan. Itu semua berkat pengaturan napas yang tepat dan benar.