Category Parenting

Tips Belajar Puasa Untuk Anak

tips parenting melatih belajar puasa anak

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sering dinanti-nanti oleh umat islam. Di bulan ini, mereka diwajibkan berpuasa dari pagi hingga sore/malam hari. Anak-anak, ibu hamil dan menyusui, serta mereka yang sudah tua atau sakit diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Puasa baru akan menjadi suatu kewajiban ketika anak sudah mulai beranjak dewasa, yaitu sekitar umur 14 hingga 15 tahun. Sebelum waktu tersebut tiba, orang tua dapat membantu anak untuk belajar puasa agar nantinya mereka dapat perlahan-lahan kuat puasa seharian. Mengajarkan puasa pada anak and motif spiritual maupun kultural dapat menjadi tantangan sendiri bagi orang tua. Anak biasanya akan kesulitan untuk berpuasa. Dan sebagai orang tua, Anda biasanya tidak tahu kapan harus mulai mengajarkan anak berpuasa. Artikel ini akan menyediakan beberapa informasi penting mengenai belajar puasa pada anak. 

Apakah puasa aman untuk anak?

Salah satu kekhawatiran utama para orang tua dalam membuat anak belajar puasa adalah ketidaktahuan mereka akan keamanan puasa bagi anak. Banyak ahli dan dokter anak merekomendasikan anak tidak seharusnya puasa dalam jangka waktu yang lama. Masa pubertas bisa dibilang masa yang paling tepat dan aman. Meskipun demikian, belajar puasa sebelum puasa juga aman, tergantung kesehatan anak dan nutrisi yang dibutuhkannya. Anak-anak yang berusia 7 hingga 8 tahun dapat belajar puasa sebagian, hanya beberapa jam dan tidak dalam waktu yang lama. Namun, belajar puasa untuk anak di bawah 7 tahun sangat tidak direkomendasikan. 

Tips belajar puasa

Puasa tidak hanya bermanfaat dari sisi spiritual saja, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan anak. Beberapa manfaat dari puasa adalah mendukung kebiasaan makan yang sehat, meningkatkan pencernaan, mencegah gigi berlubang, dan mencegah obesitas pada anak. Meskipun puasa berarti tidak makan dan minum selama kurang lebih 12 jam, anak hanya diperbolehkan berpuasa beberapa jam saja. Berikut adalah tips  mengajari anak belajar puasa.

  • Hindari makanan yang manis

Anak-anak sangat menyukai mengonsumsi makanan yang manis. Sehingga, Anda dapat mengajari anak menghindari makanan manis selama beberapa waktu. Beritahu anak untuk tidak mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung banyak gula seperti camilan, permen, coklat, dan kue selama beberapa waktu. Anak tidak hanya akan belajar puasa, tetapi juga menghindari makan makanan yang manis dan terhindari dari gigi berlubang.

  • Membuat pilihan-pilihan yang sehat

Selama beberapa waktu, ajari anak hanya makan makanan yang sehat. Misalnya, alih-alih makan coklat dan kue, ajari anak untuk makan wortel. Alih-alih minum soda dan minuman dingin, ajari anak minum air putih. Bantu anak Anda memilih makanan yang bernutrisi daripada makanan cepat saji. 

  • Jangan buat anak puasa hanya karena anak lain juga sudah siap berpuasa

Puasa hanya untuk orang dewasa. Puasa tidak hanya sebatas tidak makan dan minum seharian, tetapi juga harus niat dan sadar akan tindakan yang Anda lakukan. Akan sangat tidak adil bagi anak untuk mengajaknya berpuasa sama halnya dengan orang dewasa. Anak akan terus aktif bermain dan belajar. Anak akan membutuhkan energi yang cukup untuk melakukan hal-hal tersebut. Mengajarkan anak puasa penuh terlalu dini malah akan membuatnya merasa puasa sebagai suatu beban. 

Anda juga bisa mengajarkan anak belajar puasa melalui buku-buku pembelajaran dan video. Beritahu anak tujuan puasa dan manfaatnya. Karena anak tidak akan makan selama beberapa jam, ajari dia bagaimana menghabiskan energi dengan lebih efektif. 

Read More