Categories
Uncategorized

Perbedaan Iuran BPJS dan Asuransi, Manakah Lebih Baik?

Ketika dihadapkan antara 2 pilihan, antara BPJS atau ikut asuransi kesehatan swasta, kira-kira pilih yang mana, ya? Atau bisakah mengikuti keduanya? Memang, sebelum memutuskan mengikuti BPJS atau asuransi kesehatan swasta ataupun keduanya, pahami dulu perbedaan iuran bpjs dan asuransi. Selain itu, pastikan asuransi yang Anda ikuti tidak memberatkan Anda dari sisi finansial.

iuran bpjs

Perbedaan iuran BPJS dan asuransi kesehatan.

Bagi Anda yang memang belum mengikuti jaminan atau asuransi kesehatan apapun, kini saatnya Anda mulai mempertimbangkan keduanya. Namun, Anda harus tahu dulu, apa saja yang menjadi perbedaan iuran BPJS dan asuransi kesehatan sebelum memutuskan mengambil salah satu ataupun keduanya.

  1. Biaya iuran atau premi.

Umumnya, premi yang ditetapkan asuransi kesehatan swasta jauh lebih besar dibandingkan BPJS, yaitu sekitar Rp300.000 ΜΆ 500.000/bulan. Adapun BPJS dikenakan iuran paling tinggi sebesar Rp150.000,- dan minimal Rp25.500,- yang disesuaikan dengan kelas yang diikuti.

  • Sistem pembayaran.

Cara pembayaran yang ditetapkan asuransi kesehatan umumnya menggunakan cashless (asuransi membayar sesuai tagihan rumah sakit), reimbursement (peserta melakukan klaim ke pihak asuransi), dan cash plan (santunan yang diberikan harian selama rawat inap). BPJS kesehatan adalah program pemerintah, sehingga seluruh dana ditanggung oleh pemerintah. Pembayaran yang digunakan pun adalah cashless dan tidak ada reimbursement.

  • Batasan biaya atau plafon.

Dalam asuransi kesehatan, ada yang namanya plafon asuransi, yaitu batasan jumlah yang diberikan kepada pengguna. Apabila ternyata biaya yang dibutuhkan melebihi plafon asuransi yang ditetapkan, maka sisanya dibayar sendiri. Adapun BPJS kesehatan, tidak ada penetapan plafon, karena seluruh biaya dapat ditanggung oleh pemerintah sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

  • Ragam manfaat.

Manfaat yang diberikan oleh BPJS kesehatan umumnya lebih lengkap dibandingkan asuransi. BPJS menanggung seluruh jenis layanan kesehatan bahkan yang bersifat preventif, seperti imunisasi, penyuluhan, dan KB. Adapun asuransi kesehatan hanya menanggung biaya rawat inap dan pasca rawat inap, tidak termasuk untuk gigi, optik, dan kehamilan.

  • Rumah sakit atau fasilitas kesehatan.

Asuransi kesehatan swasta biasanya tidak membatasi rumah sakit tempat Anda ingin berobat. Artinya, Anda bebas memilih rumah sakit manapun. Lain halnya dengan BPJS, peserta harus mengunjungi faskes tingkat pertama yang tertera di kartu BPJS kesehatan. Jika peralatan medis tidak memadai, maka akan dirujuk ke rumah sakit yang kerja sama dengan BPJS.

  • Riwayat penyakit tertentu (pre-existing condition).

Sebelum Anda bergabung dengan asuransi kesehatan swasta, Anda diharuskan melakukan medical check-up terlebih dahulu. Ini bertujuan menetapkan jenis penyakit apa saja yang tidak ditanggung oleh pihak asuransi, seperti penyakit bawaan atau pre-existing condition. Adapun BPJS kesehatan tidak ada membatasi penyakit apapun untuk memperoleh layanan subsidi. Meskipun begitu, tetap ada syarat dan ketentuan yang berlaku bagi peserta BPJS kesehatan.

  • Asuransi jiwa.

Asuransi kesehatan juga memberikan layanan asuransi jiwa, di mana ada ahli waris yang akan menerima asuransi tersebut apabila Anda meninggal dunia. Adapun BPJS kesehatan tidak ada menyediakan hal tersebut.

  • Cakupan wilayah.

Cakupan wilayah berobat dengan asuransi kesehatan swasta bisa hingga ke luar negeri, sedangkan BPJS kesehatan hanya bersifat nasional. Apabila Anda ingin melakukan pengobatan tertentu ke luar negeri, maka tidak bisa menggunakan layanan BPJS kesehatan.

Plus dan Minus BPJS dan asuransi kesehatan swasta.

Setelah memahami perbedaan iuran BPJS dan asuransi kesehatan swasta, maka bisa dirincikan beberapa kelebihan dan kekurangan dari kedua hal tersebut.

Kelebihan BPJS.

  • Iurannya yang lebih murah.
  • Manfaat yang jauh lebih lengkap.
  • Tidak melihat riwayat penyakit sebelumnya.
  • Tak perlu melakukan medical check-up untuk mendaftar.
  • Tanpa batasan atau plafon.

Kekurangan BPJS.

  • Sistem layanan yang berjenjang, prosedur jadi lebih panjang.
  • Siap-siap antri di puskesmas atau rumah sakit.
  • Pilihan rumah sakit yang terbatas.

Kelebihan asuransi kesehatan swasta.

  • Sistem pelayanan yang cepat dan lebih mudah.
  • Pilihan rumah sakit bisa di mana saja, karena menerapkan sistem pembayaran cashless (pihak asuransi kerjasama dengan rumah sakit) maupun reimbursement (pihak asuransi tidak kerjasama dengan rumah sakit).
  • Biasanya, pasien yang menggunakan asuransi kesehatan lebih didahulukan daripada BPJS.

Kekurangan asuransi kesehatan swasta.

  • Iurannya yang lebih mahal.
  • Manfaat yang terbatas, tidak termasuk gigi, optik, dan kehamilan.
  • Melihat riwayat penyakit sebelumnya (pre-existing condition).
  • Adanya plafon asuransi.

Pilih mana, BPJS atau asuransi kesehatan swasta, ya?

Pada dasarnya, antara BPJS dan asuransi memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tentunya, untuk mendukung pembangunan negara, alangkah lebih baik Anda ikut program BPJS kesehatan yang dibuat oleh pemerintah demi kesejahteraan masyarakat. Namun, Anda juga boleh mengikuti asuransi kesehatan swasta yang telah terpercaya, seperti Sinarmas, Allianz, Prudential, Manulife, dan sejenisnya. Jika ingin ikut keduanya pun juga boleh, selagi Anda memang mampu membayar iuran setiap bulannya. Bagaimanapun juga, setiap pilihan ada ditangan Anda, maka pilihlah jaminan kesehatan yang sesuai dengan kemampuan Anda dan keluarga. Setelah memahami perbedaan iuran BPJS dan asuransi kesehatan swasta, kira-kira jaminan kesehatan mana nih yang ingin Anda ikuti?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *