Rumah Sakit Sardjito Siap Tangani Pasien Coronavirus

Dengan merabaknya virus corona di Wuhan, Rumah Sakit Sardjito Yogyakarta siap merawat dan menangani kemungkinan adanya penderita yang terkena virus tersebut. Menurut Banu Hermawan, selaku Kepala Sub Bagian Hukum dan Humas Rumah Sakit Umum Pusat Dr Sardjito, pihaknya telah menyediakan lebih dari 200 petugas medis khusus yang akan bertugas dalam menangani para pasien yang terjangkit virus-virus berbahaya, seperti coronavirus. Simulasi dan pelatihan yang dilakukan pada pertengahan bulan Januari ini pun telah diadakan, dan diikuti oleh seluruh petugas kesehatan, karyawan, bahkan pihak direksi turut serta dalam pelatihan tersebut. Menurut Banu, pihak Rumah Sakit Sardjito sudah mengantisipasi penyakit tersebut sebelum kasus muncul di Yogyakarta. Sehingga simulasi dan pelatihan sangat diperlukan agar ketika kasus benar-benar ditemukan, pihak Rumah Sakit Sardjito sudah siap dalam hal penanganan medis.

Banu Hermawan juga menambahkan bahwa dengan simulasi dan pelatihan tersebut, para petugas medis dan dokter Rumah Sakit Sardjito yang bekerja di ruang isolasi akan dapat melindungi diri dari penularan dan paparan coronavirus dan penyakit lain yang dapat ditularkan lewat udara atau biasa disebut dengan “airborn disease”. Proteksi diri tersebut akan dilakukan dengan kewajiban menggunakan alat pelindung diri seperti masker, penutup kepala, pakaian pelindung, dan juga pelindung mata. Selain itu, para petugas medis yang akan bekerja di ruang isolasi juga harus paham bagaimana cara menyentuh dan merawat para pasien yang terkena virus corona atau virus berbahaya lainnya.

Untuk mendukung kinerja Sumber Daya Manusia (SDM) tersebut, pihak Rumah Sakit Sardjito juga telah menyiapkan fasilitas pendukung serpeti alat-alat kedokteran berteknologi modern serta canggih dan juga 87 kamar isolasi yang dikhususkan untuk pasien yang positif terjangkit virus corona ataupun yang masih dalam dugaan terkena penyakit tersebut. Kata Banu, ruangan isolasi yang telah disiapkan di Rumah Sakit Sardjito memiliki fitur tekanan udara negatif. Ini berarti, ruang isolasi tersebut dapat mencegah penyakit atau virus ke luar ruangan atau pun tersebar melalui udara. Bani pun menambahkan, bahwa dari 87 kamar isolasi yang telah disediakan, akan ada satu ruangan yang disediakan khusus bagi pasien yang infeksius. Sementara itu, ruangan-ruangan lain akan tersebar di beberapa bangsal, mulai dari yang ada di ring satu hingga bangsal yang berlokasi di ring tiga.

Hal tersebut diamini oleh dr Darwito selaku Direktur Utama Rumah Sakit Sardjito. RSUP Sardjito telah siap dalam menghadapi berbagai jenis penyakit yang dapat ditularkan melalui udara dan siap menyediakan pelayanan kesehatan yang optimal serta menyeluruh. Darwito juga menambahkan bahwa Rumah Sakit Sardjito sudah melakukan koordinasi dengan pihak bandara di Yogyakarta. Hal ini dikarenakan Yogyakarta merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia. Bandara akan menjadi pintu masuk datangnya para wisatawan. Ketika ditemukan ada wisatawan yang kemungkinan membawa virus corona, pihaknya telah menyediakan ambulasn di bandara.

Rumah Sakit Sardjito memiliki reputasi yang sangat baik dalam bidang penanganan virus-virus berbahaya. Ini dibuktikan dengan kemampuan RSUP Sardjito dalam menangani kasus SARS pada tahun 2013 silam. Berkat pengalaman yang didapatkan dari wabah tersebut, para pekerja medis Rumah Sakit Sardjito sudah paham betul alur penanganan medis untuk kasus-kasus serupa. Selain itu, sebagai salah satu rumah sakit rujukan, Rumah Sakit Sardjito juga sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta serta Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas IV Yogyakarta agar dapat mencegah masuknya virus tersebut dari luar negeri.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>